Persija Jakarta

Ternyata Gede Widiade Sebelumnya Bukan Dirut Persija Jakarta, Ini Jabatan yang Sebenarnya

"Dengan kata lain, tugas Pak Gede diganti oleh Pak Ferry. Tapi itu tugasnya saja, bukan jabatannya," beber dia

Ternyata Gede Widiade Sebelumnya Bukan Dirut Persija Jakarta, Ini Jabatan yang Sebenarnya
TRIBUNJAKARTA.COM/WAHYU SEPTIANA
Pengusaha asal Surabaya, Gede Widiade mengumumkan mundur dari jabatan Direktur Utama Persija Jakarta di Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (6/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Jabatan Gede Widiade yang selama ini disebut sebagai direktur utama Persija Jakarta pada tahun 2017-2018, ternyata keliru.

Di dalam struktur kepengurusan Persija Jakarta, Gede Widiade hanya menjabat sebagai direktur, karena selama menjabat, ia berjuang sendirian dan tidak mendapat bantuan dari direksi lain.

"Pak Gede itu single fighter sebelumnya. Dia hanya sendirian ngurusin dari olahraga marketing dan keuanganya. Nah, sekarang pemegang saham ingin memperbesar itu," kata CEO Persija Ferry Paulus, saat pengenalan direksi baru Persija Jakarta, di Hotel Century, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (9/2/2019).

Dengan alasan ingin melebarkan sayap perusahaan, pemilik saham Persija Jakarta melakukan reorganisasi dengan menambah jajaran direksi di tubuh Persija, dan menjadikan Kokoh Afiat sebagai Direktur Utama Persija.

"Seiring adanya program besar dari pemegang saham Persija, maka dikembangkan struktur organisasinya. Yang tadinya Pak Gede sendirian jadi direktur, sekarang ditambah empat orang jadi lima," ujar Kokoh Afiatkepada Warta Kota.

'Saya sebagai Direktur Utama, ada Wakil Direktur Pak Andre, kemudian ada Pak Fandrizal Direktur Keuangan untuk mengurusi IPO, kemudian Direktur Marketing Andhika," jelasnya.

Sebenarnya, pada organisasi yang dikembangkan ini, posisi Gede Widiade adalah Direktur Sepak Bola dan Olahraga Persija, tapi pengusaha asal Bali itu memutuskan mengundurkan diri dan tidak ada gantinya.

"Dan yang terakhir Pak Gede sebagai Direktur Sepak Bola dan Olahraga. Tapi Pak Gede lalu mengundurkan diri dan tidak ada gantinya di posisi itu," papar Kokoh Afiat.

Untuk mengisi kepergian Gede Widiade, para pemegang saham menunjuk Komisaris Ferry Paulus untuk turun menjabat CEO di Persija, dan melakukan tugas Gede Widiade sebelumnya.

Newcastle Jets Berpotensi Ditaklukkan, Beto Ungkap Keunggulan Persija Jakarta Saat Ini

Pindah ke Kawasan Kuningan, Kantor Baru Persija Jakarta Selesai Pembangunan Pada 21 Februari 2019

"Pak Ferry sebagai CEO tidak masuk struktur direksi, beliau sebagai komisaris diminta pemegang saham untuk membantu urusan sepak bola dan prestasinya di Persija," terang Kokoh Afiat.

Halaman
12
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved