10 Persen Balita di Jakarta Barat Rentan Tiga Masalah Kesehatan Gizi

Sebanyak 10 persen dari jumlah balita yang berada di Jakarta Barat diakui masih mengalami tiga masalah kesehatan.

10 Persen Balita di Jakarta Barat Rentan Tiga Masalah Kesehatan Gizi
TribunJakarta.com/Novian Ardiansyah
Peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (12/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Sebanyak 10 persen dari jumlah balita yang berada di Jakarta Barat diakui masih mengalami tiga masalah kesehatan.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Kota Jakarta Barat, Yunus Burhan menyebutkan, tiga masalah kesehatan tersebut ialah berkiatan dengan gizi.

"Di Jakarta Barat masih ada tiga masalah yang pertama itu ialah adanya anak-anak kita masih stunting, kemudian yang kedua kurus, kemudian yang ketiga yaitu obesitas atau kegemukan. Itu permasalahan yang memang sedang kita hadapi," tutur Yunus dalam peringatan Hari Gizi Nasional ke-59 di Ruang MH Thamrin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (12/2/2019).

Yunus menjelaskan 10 persen  dari 110 ribu jumlah balita yang ada di Jakarta Barat mengidap tiga masalah gizi tersebut.

Namun begitu, lanjut Yunus, semuanya langsung ditangani oleh Pemerintah Kota Jakarta Barat.

"Tiga masalah tidak terlalu besar dari 110 ribu balita mungkin ada sekitar 10 persen itu tiga masalah tadi gak terlalu besar tapi semuanya terkendali dalam artian semuanya tertangani,"

Ia juga mengatakan, sebagian besar dari angka 10 persen tidak semuanya disebabkam oleh masalah gizi.

Tetapi ada juga mereka yang menderita penyakit bawaan saat dilahirkan. Sehingga saat tumbuh menjadi balita timbul tiga masalah gizi.

"Bukan karena gizi tapi karena adanya penyakit bawaan. Misalnya lahir kena penyakit paru-paru terus ada gejala penyakit jantung dan sebagainya, bukan murni karena gizi," ujar Yunus.

Sementara itu Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Jakarta Barat, Weningtyas Purnomo Rini mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pencegahan sedini mungkin untuk mengantisipasi timbulnya tiga masalah gizi.

Saksi Sebut Ada Tersangka Penganiayaan Balita Fitri, Polresta Depok Masih Bungkam

Balita 1,5 Tahun Tewas Dianiaya Ibunya Dimakamkan, Tersangka Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara

Bahkan, kata Weningtyas, pencegahan sudah dimulai dengan melakukan pemeriksaan penyakit kepada pasangan yang akan menikah.

"Ibu dan ayah diperiksa apa ada penyakit menular atau tidak agar anak yang lahir tidak menderita tiga masalah kesehatan tadi," katanya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved