Begal Sadis di Tambun Selatan Berhasil Ditangkap, Beraksi Puluhan Kali dan Tak Segan Lukai Korbannya

Kelompok begal ini juga selalu melengkapi diri dengan senjata tajam mulai dari, celurit pedang, golok, atau pisau

Begal Sadis di Tambun Selatan Berhasil Ditangkap, Beraksi Puluhan Kali dan Tak Segan Lukai Korbannya
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Komplotan begal saat diamankan di Polsek Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Selasa, (12/2/2019). 

Rahmat menjelaskan pelaku ditembak pada bagian kaki kanan, sedangkan tiga pelaku lainnya diamankan tanpa perlawanan.

Kelompok begal ini kata Rahmat terbilang cukup sadis.

Mereka tidak segan melukai para korbannya dengan senjata tajam tiap kali beraksi.

"Modus mereka memang mengancam menggunakan senjata tajam, jika korbannya melawan atau tidak mau memberikan barang berharga mereka tidak segan-segan melukai, jadi komplotan ini termasuk pelaku yang sadis," papar Rahmat.

Sebelumnya, empat komplotan begal sadis beraksi di Jalan Kampung Pekopen, Desa Lambangjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Pelaku merapas ponsel korban kemudian secara brutal membacoknya.

Rahmat Sujatmiko, mengatakan, kejadian terjadi pada, Rabu, 6 Februari 2019, pukul 03.00 WIB dini hari. Ketika itu, korban GA (21) dan OR (22), tengah duduk-duduk di pinggir jalan, kemudian tiba-tiba keempat pelaku, SW (30), DK (29), MRS (20), AG (17), datang menghampiri.

"Korban saat itu sedang nongkrong, kemudian keempat pelaku datang menggunakan dua sepeda motor langsung memukul korban GA," kata Rahmat.

Korban GA yang terkena pukulan kemudian langsung dihujani serangan oleh pelaku lainnya, hingga satu dari keempat pelaku mengeluarkan senjata tajam lalu membacok kaki kana dan kiri korban.

Belum puas sampai di situ, keempat pelaku juga memukul korban mengguna helm, dan menginjak-injak korban yang sudah tidak berdaya.

"Korban lainnya juga ikut diserang komplotan pekaku, ketika melihat korban GA sudah tidak berdaya, pelaku lalu mengambil dua unit ponsel milik korban dan meninggalkan TKP (tempat kejadian perkara)," kata Rahmat.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved