JKJT Desak Polisi Segera Periksa Benedictus Bosu dan Soedjai di Kasus Unikama Malang

Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur mendesak Bareskrim Polri segera memeriksa notaris asal Malang, Benedictus Bosu dan Soedjai.

JKJT Desak Polisi Segera Periksa Benedictus Bosu dan Soedjai di Kasus Unikama Malang
Tribunnews.com/FX Ismanto
Ketua Umum Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur, Agustinus Tedja Bawana. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur mendesak Bareskrim Polri segera memeriksa notaris asal Malang, Benedictus Bosu dan Soedjai.

Keduanya dilaporkan ke Bareskrim Polri pada pertengahan Januari 2019.

Bareskrim Polri juga didesak segera menggelar perkara kasus Soedjai dan Pieter Sahertian agar kasus Universitas Kanjuruan Malang (Unikama) segera terang. 

Ketua Umum JKJT, Agustinus Tedja Bawana, menjelaskan pemeriksaan keduanya demi supremasi hukum,  Senin (11/02/2019).

Sebagai lembaga kemanusiaan, JKJT selama ini mendamping Christea Frisdiantara, Ketua PPLP-PTPGRI, yang oleh Divisi Propam Polri dinyatakan sebagai korban kriminalisasi.

Otak kasus ini diduga Soedjai sebagai orang di belakang keksiruhan yang selama ini menimpa baik Unikama, PPLP-PTPGRI ataupun Christea Frisdiantara.

Pelaksana tugas Ketua PPLP – PTPGRI, Selamet Riyadi, melaporkan Benedictus Bosu dan Soedjai ke Bareskrim dengan No. STTL/058/I/2019/Bareskrim pada 16 Januari 2019.

Bosu dan Soedjai dilapotkan atas dugaan telah melakukan tindak pidana Sumpah Palsu dan Keterangan Palsu, UU. No 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 266.

Hal ini terkait dengan dikeluarkannya SK baru dari Menkumham No. AHU-0000965.AH.01.08 Tahun 2018 yang terbit pada 18 Desember 2018.

“Dalam SK Menkumham yang baru itu, terdapat 8 pengurus dengan Soedjai sebagai Ketua. SK ini cacat karena ada 4 nama tercantum tanpa persetujuan dalam SK," ujar Tedja. 

Halaman
123
Editor: Y Gustaman
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved