JMH, Anak Berkebutuhan Khusus Sempat Diminta Sekolah Menuliskan Kejadian yang Menyakitkan Fisik

"Saya bilang ini gimana, seolah jadi anak saya dimintai kronologis terkait hal-hal yang pernah menyakitkan fisiknya," ungkapnya.

JMH, Anak Berkebutuhan Khusus Sempat Diminta Sekolah Menuliskan Kejadian yang Menyakitkan Fisik
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kaki JMH yang mengalami luka lebam diduga akibat penganiayaan guru 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - JMH, anak berkebutuhan khusus di sebuah SD di Kota Bekasi yang diduga jadi korban penganiayaan oleh oknum gurunya sendiri.

Usai orang tuanya membuat laporan ke pihak kepolisian atas dugaan penganiayaan tersebut, bocah kelas 3 itu sempat diminta menuliskan kejadian yang menyakitkan fisik oleh pihak sekolah.

Muhamad Sugih (43), orang tua JMH mengatakan, pada Senin (11/2), kemarin, anaknya sempat diminta menuliskan catatan harian, namun catatan harian itu cukup aneh lantaran, anaknya diminta untuk menuliskan kejadian yang menyakitkan fisik.

"Sebelumnya nggak pernah ada, setahu saya, biasanya kalau ada menuliskan agenda harian, hari ini misalnya dia (JMH) ngapain aja, cuma kemarin itu dia disuruh nulis kejadian yang menyakitkan fisik," kata Sugih, Selasa, (12/2/2019).

Dalam tulisan tersebut, JMH menulis bahwa ia pernah dipukul oleh tema sekelasnya, lalu ia pernah dicubit oleh ayahnya, kemudian ia pernah kepentok meja, dan hal-hal yang dia rasa mentakitkan fisik.

"Ini istilahnya anak saya disuruh semacam buat surat pernyataan, saya pas lihat tulisan itu saya langsung telepon pihak sekolah, kenapa anak saya disuruh buat tulisan seperti itu," ungkap Sugih.

Menurut Sugih, pihak sekolah pada saat ia telepon mengaku itu hanya semacam tugas, bukan hanya JMH yang diperintahkan menulis hal-hal yang pernah menyakitkan fisik.

"Saya bilang ini gimana, seolah jadi anak saya dimintai kronologis terkait hal-hal yang pernah menyakitkan fisiknya," ungkapnya.

Tulisan JMH anak berkebutuhan khusus yang diduga korban penganiayaan oknum guru saat diminta menuliskan hal-hal yang menyakitkan fisik oleh pihak sekolah.
Tulisan JMH anak berkebutuhan khusus yang diduga korban penganiayaan oknum guru saat diminta menuliskan hal-hal yang menyakitkan fisik oleh pihak sekolah. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Adapun sebelumnya, Sugih melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial HM ke Polres Metro Bekasi Kota. Hal itu dilakukan setelah ia, melihat luka lebam dan merah pada kaki anaknya.

Murid SD Berkebutuhan Khusus di Bekasi Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Gurunya Sendiri

Seorang Anak Berkebutuhan Diduga Alami Kekerasan dan Diintervensi Sekolah di Bekasi

Sugih kemudian meminta penjelasan ke pihak sekolah, apakah anaknya memiliki masalah, namun pihak sekolah justru mengatakan bahwa, anaknya tidak memiliki masalah apapun dengan guru yang bersangkutan.

Namun ketika ia menanyakan langsung dengan sang anak, JMH mengaku luka lebam dan merah disebabkan lantaran dicubit serta ditendang oleh wali kelasnya sendiri yakni HM.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved