Jual Senjata Api, Seorang Sekuriti Diciduk Polsek Bekasi Utara

Dedi menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerina laporan bahwa ada aktivitas jual beli senjata api.

Jual Senjata Api, Seorang Sekuriti Diciduk Polsek Bekasi Utara
Humas Polsek Bekasi Utara
Dua orang pelaku penjual senjata api rakitan di Bekasi Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI UTARA - Polsek Bekasi Utara menangkap seorang yang berprofesi sebagai sekuriti kantor, lantaran kedapatan menjual senjata api rakitan.

Kapolsek Bekasi Utara, Kompol Dedi Nurhadi, mengatakan, pelaku berinisial MAR (30), diamankan polisi di Jalan Raya Kampung Irian, Kelurahan Teluk Pucung, Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu, (9/2/2019) lalu, sekitar pukul 01.00 dini hari.

"Pelaku ditangkap saat akan melakukan transkasi bersama rekannya berinisial D (36), senjata yang di jual jenis Colt," kata Dedi, Selasa, (12/2/2019).

Dedi menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah pihaknya menerina laporan bahwa ada aktivitas jual beli senjata api. Dari laporan tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Berawal ketika kami mengetahui informasi dari masyarakat bahwa ada transaksi Senpi, kemudian kami melakukan penyamaran sebagai pembeli senpi (senjata api) itu, dan sepakat dengan harga Rp. 8 juta," kata Dedi.

Ketika bertemu di tempat yang dijanjikan, pelaku datang dengan tiga orang dengan menggunakan dua sepeda motor. Saat dilakukan penangkapan, dua orang berhasil diamankan, sedangkan satu orang lainnya yang diketahui bernama Aziz melarikan diri.

"Motornya kita geledah, ditemukan plastik hitam di jok motornya. Saat dibuka ada senpi jenis pistol serta ada peluru kaliber 38 sebanyal 12 butir yang dibungkus dengan lakban putih," jelas dia.

Polisi lalu melakukan pengejaran ke kontrakan Aziz, di daerah Ujung Harapan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Namun, polisi tidak mendapati Aziz di kontrakannya, polisi justru menggeledah kontrakan tersebut lalu mendapati sepucuk softgun dan 37 butir peluru.

"Kita cek kos-kosan Aziz juga ditemukan peluru kaliber 38 sebanyak 12 butir peluru yang dibungkus dengan lakban warna putih," ucapnya.

Hingga kini, polisi masih memburu Aziz serta menelusuri motif pelaku mendapatkaan senpi tersebut.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti yakni, satu pucuk senpi rakitan jenis colt, satu pucuk softgun jenis Bareta, 12 butir peluru kaliber 38, 37 butir peluru kaliber 9, dan satu unit sepeda motor milik pelaku.

"MAR merupakan sekuriti jadi dia sering latihan menembak di Cijantung, jadi dia dan rekannya sering ke tempat latihannya itu untuk membeli (senpi dan peluru untuk dijual belikan)," tutur Dedi.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat UU Darurat No.12 Tahun 1951 Pasal 1 ayat 1 dengan ancaman hukuman mati atau seumur hidup kurungan maksimal 20 tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved