Pemkot Depok Minta Kontraktor Situ Pedongkelan Lakukan Pemeliharaan

Pasalnya kontraktor dan konsultan memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan sampai bulan Juni, sehingga segala kerusakan ditanggung mereka

Pemkot Depok Minta Kontraktor Situ Pedongkelan Lakukan Pemeliharaan
TribunJakarta.com/Bima Putra
Pagar besi Situ Pedongkelan yang rusak akibat pengerjaan penataan sempadan, Cimanggis, Depok, Minggu (20/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Hasil pengerjaan normalisasi dan penurapan Situ Pedongkelan di Kelurahan Tugu, Cimanggis dikeluhkan warga karena tak maksimal meski anggaran yang digunakan mencapai Rp 5,5 miliar.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok Manto Djorghi mengatakan bakal meminta pertanggungjawaban kontraktor dan konsultan yang menangani kegiatan.

Pasalnya kontraktor dan konsultan memiliki kewajiban melakukan pemeliharaan sampai bulan Juni, sehingga segala kerusakan ditanggung mereka.

"Ini masih masa pemeliharaan sampai bulan Juni. Jadi masih tanggung jawab mereka. Kalau ada yang rusak mereka yang ganti atau memperbaiki," kata Manto di Balaikota Depok, Selasa (12/2/2019).

Kewajiban pemeliharaan karena kontraktor dan konsultan telah menerima upah dari kegiatan yang dananya bersumber hibah Pemprov DKI Jakarta tahun 2018.

Menanggapi keluhan warga atas pagar besi dan bangku taman yang sudah rusak, Manto menyebut akan meminta jajarannya untuk mengecek secara langsung.

"Nanti kita cek. Kalau pencarian sudah, tapi masih ada jaminan, jaminan perawatan," ujarnya.

Ketua Bawaslu Tangerang: Rapat Gakkumdu Nyatakan Gubernur Banten Tidak Bersalah

Sebelumnya, pagar besi di Jalan Setu Pedongkelan Kelurahan Tugu yang membatasi antara jalan dan lintasan jogging track rusak dan dibiarkan begitu saja oleh kontraktor setelah dibongkar.

Ketua RW 05 Sofinal Darwis mengatakan pagar besi itu dibongkar kontraktor guna mempermudah pengerjaan penataan sempadan yang menelan dana Rp 1,9 miliar.

"Pagar pembatas jalan dibongkar pas pengerjaan proyek, tapi pas selesai enggak dipasang seperti semula lagi. Kurang lebih sepanjang 150 metu pagar rusak dan ditinggal begitu saja oleh kontraktor," kata Sofinal, Minggu (20/1/2019).

Meski belum satu bulan beres, bangku taman yang dibuat sudah rusak, pun dengan puffing block yang terpasang tidak rapih sehingga ada bagian yang menonjol dan tenggelam.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved