Agar Bisa Hidup Mandiri, Pelajar SLBN Sunter Agung Dibekali Pendidikan Kewirausahaan

“Saya sengaja mengusulkan pendidikan kewirausahaan ini. Biar mereka (pelajar) bisa hidup mandiri setelah lulus nanti,” kata Budi

Agar Bisa Hidup Mandiri, Pelajar SLBN Sunter Agung Dibekali Pendidikan Kewirausahaan
TRIBUNJAKARTA.COM/AFRIANI GARNIS
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto membuka pelayanan belajar mengajar Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Afriyani Garnis 

TRIBUNJAKARTA.COM,  TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara membuka pelayanan belajar di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Sunter Agung, Tanjung Priok.

Tak hanya pendidikan akademis, para pelajar juga akan dibekali pendidikan kewirausahaan.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Utara, Budi Sulistiono mengatakan, pendidikan kewirausahaan ini bertujuan agar seluruh pelajar dapat hidup mandiri pascalulus sekolah.

Satu ruangan berukuran 6 x 5 meter disediakan khusus untuk pendidikan kewirausahaan.

“Saya sengaja mengusulkan pendidikan kewirausahaan ini. Biar mereka (pelajar) bisa hidup mandiri setelah lulus nanti,” kata Budi, saat ditemui di SLBN Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (13/2/2019)

Selain itu, pihaknya juga akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk turut mengisi materi pendidikan kewirausahaan ini.

Termasuk memintanya untuk dapat merekrut pelajar lulusan SLBN Sunter Agung agar dapat bekerja di perusahaan tersebut.

“Kedepannya kita mau mereka (pelajar) berkebutuhan khusus harus bisa hidup mandiri. Makanya kita bekali mereka pendidikan kewirausahaan ini,” jelasnya.

Pembangunan Rampung, 148 Pelajar Kini bisa Belajar di SLBN Sunter Agung

Soal posisi ruang kewirausahaan yang berdekatan dengan kantin, dia menerangkan agar pelajar dapat memperaktekkan cara berwirausaha.

Begitu pun kualitas makanan dan minuman yang dijual di kantin yang dipastikan higenies.

“Kapan pun BPOM mau ngecek makanan dan minuman di kantin saya persilahkan. Kalau tidak sesuai standar, silahkan pedagang untuk tidak lagi berjualan di sini,” ucapnya.

Penulis: Afriyani Garnis
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved