Dugaan Penganiayaan Anak, Polisi Berkordinasi dengan KPAI Soal Upaya Pemulihan Trauma

Pemeriksaan juga bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan introgasi atas laporan yang diterima pihaknya pada Sabtu, 9 Februari 2019.

Dugaan Penganiayaan Anak, Polisi Berkordinasi dengan KPAI Soal Upaya Pemulihan Trauma
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi Kota sejauh ini masih melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus penganiayaan anak berkebutuhan khusus yang terjadi di SD Al-Fajri, Jalan Cempaka I, Jakasampurna, Kota Bekasi. 

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana mengatakan, selain melakukan penyelidikan, pihak kepolisian juga melakukan kordinasi dengan Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait upaya trauma healing (pemulihan trauma) korban berinisial JMH (11).

"Sementara lagi evaluasi (hasil pemeriksaan)dan yang kita laksanakan sekarang kita komunikasi dengan KPAI terkait dengan trauma healing, mungkin kejadian yang dialami dia (korban)," kata Eka di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jalan Pramuka, Bekasi Selatan, Rabu, (13/2/2018).

Eka menjelaskan, Polres Metro Bekasi Kota sejauh ini telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi.

Pemeriksaan juga bertujuan untuk melakukan klarifikasi dan introgasi atas laporan yang diterima pihaknya pada Sabtu, 9 Februari 2019.

Laporan bernomor LP/367/K II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.

Berisi tentang dugaan penganiyaan anak yang dilakukan seorang guru berinisial HM terhadap siswa berkebutuhan khusus berinisial JMH. laporan dilayangkan Muhamad Sugih (43), orang tua diduga korban.

"Karena di sekolah (TKP), kita kemarin sudah datang dan periksa beberapaa orang termasuk kepsek (kepala sekolah), ketua yayasan, dan teman-teman daripada si korban ini, ada 3 orang (teman korban) yang diperiksa," kata Eka.

Anies Sebut Pusat Kuliner Pulau Reklamasi Tak Berizin, Pedagang Tak Tahu Apa-apa

Eka menambahkan, dari hasil pemeriksaan awal tersebut, pihaknya belum dapat menyimpulkan apa-apa.

Namun berdasarkan keterangan pihak sekolah dan teman-temannya, JMH diduga terjatuh saat hendak menaiki tangga, sehingga mengalami luka lebam.

"Sudah kita interogasi semuanya, kalau hasil lidik di lapanga sampaikan dari para saksi, jadi si temen-temen menyampaikan bahwa si korban ini jatuh dari tangga, sementara itu yang kita sampaikan, kita lagi evaluasi lagi upayakan lagi, kita juga periksa korban dan ayahnya," ujarnya.

Hasil pemeriksaan sejauh ini masih di dalami pihak penyidik, selanjutnya, dalam waktu dekat, Polres Metro Bekasi Kota juga akan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta ayahnya. 

"Kalau jadi Kamis (pemriksaan/14 Februari 2019), jadi karena ini masih penyelidikan saya minta teman-teman semua agar bersabar karna ini belum merupakan kesimpulan dan nanati kita akan gelarkan lagi penyelidikan kasus ini sehingga akan ada titik terang," ucapnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved