Guru Sekolah Murid SD Penjual Cilok Harap Ada Donatur Berikan Bantuan Les Tambahan, Ini Alasannya

"Ya kalau mau bantu, biar Putra bisa les, biar di sekolahnya dia bisa ngikutin pelajaran sama kaya yang lain," ujar Diah

Guru Sekolah Murid SD Penjual Cilok Harap Ada Donatur Berikan Bantuan Les Tambahan, Ini Alasannya
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir 

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK AREN - Bocah yatim puatu penjual cilok, Muhammad Saputra (12), menarik banyak simpati masyarakat setelah fotonya saat berjualan viral di media sosial. 

Tak hanya komentar bernada kasihan hingga salut, karena Putra harus banting tulang demi membeli susu untuk adiknya, bahkan warganet langsung memberikan bantuan kepada bocah kelas III SD itu. 

Diah Indah Puspita, Guru kelas III SD Jurang Mangu Timur 01 yang mengajar Putra, mengatakan sudah banyak pihak yang membantu bocah yang memiliki dua adik laki-laki itu. 

"Sudah banyak yang ngasih, sebelum viral juga sudah ada," ujar Diah. 

Diah mengatakan, Putra sering cerita kepada dirinya ketika ada orang-orang yang memberikan bantuan. 

Namun Diah memiliki pemikiran tersendiri mengenai bantuan yang tepat kepada Putra. 

Sebagai guru, Diah mengetahui betul Putra anak yang cerdas, ia cepat menangkap maksud pengajarnya, namun sayang Putra belum lancar baca tulis. 

Ia berharap ada orang-orang yang memperhatikan hal pendidikan tambahan terkait baca tulis itu. 

"Ya kalau mau bantu, biar Putra bisa les, biar di sekolahnya dia bisa ngikutin pelajaran sama kaya yang lain," ujar Diah saat ditemui di sekolah.

Putra merupakan siswa tertua di kelasnya. Hal itu karena Putra sempat putus sekolah, dan kembali melanjutkannya. 

Tak hanya kelas, ternyata putus sekolah saat kelas III itu membuat kemampuan membaca dan menulis Putra turun drastis. 

Putra, Bocah Kelas 3 SD Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, dan Kakak Sudah Menikah

Muhammad Saputra Bocah Yatim Piatu Penjual Cilok, Banyak Dapat Perhatian Masyarakat

Lebih jauh, Diah berharap agar ada orang tua yang mau mengasuh Putra. Menilik kesibukannya yang harus bekerja, tentu membuat kegiatan belajar Putra tidak maksimal. 

"Ya kalau bisa mah diasuh sekalian. Biar dia bisa normal, enggak harus nyari uang," harapnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved