Hanya Modal Garasi, Mitra Migo Bisa Terima Rp3 Jutaan Satu Bulan

Untuk itu, bisnis penyewaan Migo nampak memiliki prospek cerah bagi para pengelola yang menyewakan selis ini.

Hanya Modal Garasi, Mitra Migo Bisa Terima Rp3 Jutaan Satu Bulan
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Sejumlah pelajar SMA penyewa selis di Stasiun Migo Jalan Kayu Manis Barat, tak jauh dari Stasiun Pondok Jati, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - Belakangan ini, sepeda listrik (selis) berbasis aplikasi Migo mulai digandrungi warga Jakarta.

Untuk itu, bisnis penyewaan Migo nampak memiliki prospek cerah bagi para pengelola yang menyewakan selis ini.

Seperti yang dialami oleh Irna (32), penjaga stasiun sekaligus mitra Miga di Jalan Kayu Manis Barat, Matraman, Jakarta Timur.

Ia mengaku tak mengelurkan uang sepeser pun dan hanya bermodalkan garasi serta lokasi strategis untuk membuka stasiun Migo yang berada tak jauh dari Stasiun Pondok Jati.

Rp 3 Ribu Bisa Keliling Jakarta, Sepeda Listrik Ini Kian Digandrungi Warga

"Enggak modal sepeser pun, tinggal ikut pelatihan saja selama sebulan. Setelah itu tim survei datang ke lokasi untuk melihat garasi saya," ucapnya saat ditemui TribunJakarta.com, Rabu (13/2/2019).

"Kalau lahannya besar dikasih 10 motor kalau kecil lima," tambahnya.

Ia menyebut, bila mitra Migo mendapatkan 10 motor berarti sang penjaga stasiun akan mendapat Rp 3 juta per bulan dari perusahaan yang menangungi selis Migo.

"Saya dikasih 10 motor, jadi sebulan saya dapat Rp 3 juta. Kemudian saat ada pelanggan yang top up saya dapat lima persen, kalau ada pelanggan yang baru registrasi saya juga dapat Rp 10 ribu dan bila saya merekomendasikan orang jadi mitra Migo saya dapat Rp 600 ribu," ujarnya.

Tak hanya itu, biaya listrik yang dikeluarkan olehnya untuk mencharge selis juga sepenuhnya diganti oleh pihak perusahaan.

"Kalau charge sepeda bayar listrik, kami biaaanya di kasih biaya reimburse, jadi ada penggantian buat bayar listrik," kata Irna.

Dikatakan Irna, sudah sejak bulan November ia bergabung menjadi mitra Migo dan ia sudah memperoleh keuntungan lebih dari Rp 10 juta.

"Per bulan saya dapat Rp 3 juta ya diluar bonus-bonus, kemudian sejak bergabung saya sudah rekomedasikan 26 orang jadi mitra Migo. Jadi 26 kalikan saja Rp 600 ribu," ucapnya.

Ia pun mengakui, perkembangan selis Migo kian hari kian meningkat seiring semakin digandrunginya selis berkelir kuning tersebut.

"Pas saya awal bergabung hanya 20 mitra, kini sudah 200 lebih di seluruh Jakarta," ujarnya.

Para mitra Migo pun tak perlu khawatir bila selisnya dicuri atau hilang lantaran Migo telah menyematkan sistem keamaan yang cukup canggih di setiap unitnya.

"Menyalakan motor harus pakai aplikasi, harus scan barcode dulu baru mesinnya menyala. Kalau tidak ya enggak bisa jalan," kata Irna.

"Sudah gitu disetiap unitnya dipasang GPS jadi bisa dipantau," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved