Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Berkebutuhan Khusus di Bekasi, Polisi Periksa Enam Orang Saksi

Eka menjelaskan, selema proses klarifikasi dan introgasi tersebut, pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam orang saksi dari pihak SD Al-Fajri Bekasi.

Kasus Dugaan Penganiayaan Anak Berkebutuhan Khusus di Bekasi, Polisi Periksa Enam Orang Saksi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota AKBP Eka Mulyana. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasus dugaan penganiayaan anak yang terjadi di SD Al-Fajri, Jalan Cempaka I, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi, masih dalam proses penyelidikan. Polres Metro Bekasi Kota sejauh ini telah melakukan pemeriksaan terhada enam orang saksi.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana, mengatakan, pihak pada Sabtu, 9 Februari 2019, menerima laporan yang dilayangkan Muhamad Sugih (43), orang tua diduga korban penganiyaan berinisial JMH (11).

"Jadi betul pada hari sabtu kemarin kita sudah menerima laporan dari Sugih yang merupakan ayah dari pada ABK (anak berkebutuhan khusus) JMH itu. Jadi setelah kita mendengar laporan, saya kria langsung melakukan penyelidikan yang diantaranya kita melakukan interogasi dan klarifikasi ke lokasi kejadian," kata Eka, Rabu, (13/2/2019).

Eka menjelaskan, selema proses klarifikasi dan introgasi tersebut, pihaknya sudah memeriksa sebanyak enam orang saksi dari pihak SD Al-Fajri Bekasi.

"Enam orang (yang diperiksa), Kepala Sekolah, Yayasan, temen-temen (korban) dan termasuk wali kelasnya," jelas Eka.

Hasil pemeriksaan sejauh ini masih di dalami pihak penyidik, selanjutnya, dalam waktu dekat, Polres Metro Bekasi Kota juga akan melakukan pemeriksaan terhadap korban serta ayahnya.

"Kalau jadi Kamis (pemriksaan/14 Februari 2019), jadi karena ini masih penyelidikan saya minta teman-teman semua agar bersabar karna ini belum merupakan kesimpulan dan nanati kita akan gelarkan lagi penyelidikan kasus ini sehingga akan ada titik terang," ucapnya.

Adapun sebelumnya, Muhamad Sugih (43), melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial HM ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/367/K II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota. Hal itu dilakukan setelah ia, melihat luka lebam dan merah pada kaki anaknya JMH (11).

Sugih kemudian meminta penjelasan ke pihak sekolah, apakah anaknya memiliki masalah, namun pihak sekolah justru mengatakan bahwa, anaknya tidak memiliki masalah apapun dengan guru yang bersangkutan.

Ketika ia menanyakan langsung dengan sang anak, JMH mengaku luka lebam dan merah disebabkan lantaran dicubit serta ditendang oleh wali kelasnya sendiri yakni HM.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved