Kisah Hidup Khofifah Indar Parawansa, Anak Peternak Sapi yang Jualan Es Kini jadi Gubernur Jatim

Sejak kecil ia sudah dibiasakan untuk tidak hidup dalam lingkungan yang manja dan berpangku tangan.

Kisah Hidup Khofifah Indar Parawansa, Anak Peternak Sapi yang Jualan Es Kini jadi Gubernur Jatim
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur yang diusung Partai Golkar Khofifah Indar Parawarsa (kiri) dan Emil Dardak (kanan) di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Rabu (22/11/2017). Partai Golkar resmi mengusung pasangan Khofifah Indar Parawarsa dan Emil Dardak sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur pada Pilkada 2018. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Khofifah Indar Parawansa resmi mejadi Gubernur Jawa Timur menggantika gubernur sebelumnya Soekarwo.

Hari ini, Khofifah Indar Parawansa bersama pasangannya Emil Dardak, disumpah oleh Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan.

Khofifah Indar Parawansa akan tercatat dalam sejarah pemerintahan di Jawa Timur sebagai gubernur perempuan pertama.

Seperti apa sosok Khofifah yang akan memimpin Jawa Timur lima tahun ke depan itu?

Sebagaimana diketahui Khofifah bukan terlahir dari keluarga pejabat dan tidak juga dilahirkan dari keluarga priyayi yang memiliki pondok pesantren besar. Orang tuanya dari kalangan biasa.

Bapaknya seorang petani dan juga berternak sapi perah, sedangkan ibunya hanya ibu rumah tangga biasa.

Lahir pada 19 Mei 1965, Khofifah Indar Parawansa dibesarkan di lingkungan perkampungan padat di Kawasan Wonocolo Surabaya.

Sebuah kampung yang kini terhimpit oleh kemajuan Kota Pahlawan. Rumah masa kecil Khofifah hingga kini masih ada meski tidak lagi dihuni.

Rumah masa kecil Khofifah masih ada di kampung Wonocolo. Rumah itu bernomor 1, dan bercat hijau. Bukan rumah yang besar. Hanya sepetak rumah berlantai satu dan beratap rendah.

Di rumah itu, Khofifah bersama lima saudaranya hidup dan dibesarkan. Dengan kondisi perekonomian yang cukup, Khofifah ditempa menjadi anak kecil yang ulet dan agar mampu berdiri di atas kaki sendiri.

Halaman
1234
Editor: Erlina Fury Santika
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved