Lurah Kampung Rambutan Sebut Waduk Mangkrak Berpotensi Jadi Sarang Jentik Nyamuk DBD

"Kasus tertinggi sebenarnya di Kelurahan Ciracas, tapi kalau di Kampung Rambutan sendiri tercatat ada 10 orang penderita DBD," ujarnya.

Lurah Kampung Rambutan Sebut Waduk Mangkrak Berpotensi Jadi Sarang Jentik Nyamuk DBD
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Kondisi terkini Waduk Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Pengerjaan Waduk Kampung Rambutan yang tak kunjung usai dikeluhkan oleh sejumlah pihak.

Tak hanya warga, Lurah Kampung Rambutan Dwi Widiastuti pun mengeluhkan soal lamanya pengerjaan pembuatan waduk tersebut.

Bahkan, ia menyebut lamanya pekerjaan pembuatan Waduk Kampung Rambutan menyebabkan area di sekitarnya menjadi kumuh dan berpotensi besar menjadi sarang nyamuk saat musim hujan tiba.

"Karena pengerjaannya tehambat, lingkungan disekitar calon waduk jadi kumuh dan potensi banyak nyamuk DBD (Deman Berdarah Dengue)," ucapnya saat dikonfirmasi TribunJakarta.com, Rabu (13/2/2019).

Dikatakan Dwi, sampai bulan Februari ini, sebanyak 10 orang warganya positif menderita penyakit yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypty tersebut.

"Kasus tertinggi sebenarnya di Kelurahan Ciracas, tapi kalau di Kampung Rambutan sendiri tercatat ada 10 orang penderita DBD," ujarnya.

Ia pun berharap pengerjaan waduk dapat segera dirampungkan agar wilayah di sekitarnya tak lagi kumuh.

"Banyak keluhan warga, tapi mereka semua berharap waduk itu cepat selesai, sudah berapa tahun itu enggak jadi-jadi juga," kata Dwi.

Seperti diberitakan sebelumnya, lima tahun setelah Pemprov DKI Jakarta memulai pengerjaan Waduk Kampung Rambutan, kini waduk tersebut tak kunjung rampung.

Lima Tahun Berlalu, Waduk Kampung Rambutan Tak Kunjung Rampung

Pemprov DKI Jakarta Targetkan Waduk Kampung Rambutan Rampung Tahun 2019

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi pun nampak tidak ada bekerjaan berarti yang dilakukan oleh sejumlah pekerja.

Sejumlah ekskavator nampak dibiarkan begitu saja di tepi danau dan beberapa orang pekerja nampak hanya berada di tempat peristirahatannya.

Gundukan tanah merah yang sedang dalam proses pengerjaan pun saat ini nampak banyak ditumbuhi rumput dan ilalang.

Namun, penampakan badan waduk sendiri sudah mulai terlihat dengan adanya galian di tengah lahan tersebut.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved