Mau Jadi Pemain Timnas? Ini Alur yang Harus Dijalani Pesepakbola Muda

setiap pemain berbakat khususnya kelompuk U-16 akan dipilih untuk merasakan berlatih di Inggris melalui program Garuda Select.

Mau Jadi Pemain Timnas? Ini Alur yang Harus Dijalani Pesepakbola Muda
Tribunnews/Abdul Majid
Sekjen PSSI Ratu Tisha saat diwawancarai setelah drawing 32 besar Piala Indonesia di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (8/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Federasi sepakbola Indonesia, PSSI tahun 2019 ini akan lebih fokus mengaplikasikan program kompetisi usia muda agar kedepan dapat menghasilkan sejumlah pesepakbola andal yang berguna untuk Timnas Indonesia.

Sebenarnya, tahun lalu PSSI juga sudah menjalani hal serupa, bedanya di tahun ini tiga pembinaan usia muda akan lebih dimaksimalkan dan mewajibkan setiap klub Liga 1 memilikinya.

“Yang paling penting adalah tiga youth program. Kalau benar-benar bisa dimaksimalkan berjalan nanti jenjang ke timnas jadi lebih jelas. Jadi setiap anak yang punya cita-cita masuk timnas itu tau jalannya gimana. Pertama dia ikut dulu suratin dari Asprov tingkat provinsi. The best talent akan discout naik ke elite pro academy yang ada di sekitaran misalnya U-16 dan U-18,” jelas Sekjen PSSI Ratu Tisha di Kantor PSSI, Jakarta, Rabu (13/2/2019).

Selain menggelar kompetisi di Indonesia, nantinya setiap pemain berbakat khususnya kelompuk U-16 akan dipilih untuk merasakan berlatih di Inggris melalui program Garuda Select.

Di sana mereka akan ditempa selama enam bulan dan merasakan pengalaman bertanding dengan pesepakbola-pesepakbola Eropa.

Dengan kompleksnya pembinaan usia muda itu, PSSI meyakini kedepan seseorang yang bermimpi menjadi pemain Timnas bisa lebih mudah tahapannya.

Pasang Listrik Secara Ilegal, 2 Instalasi Listrik di Cengkareng Diputus Petugas

Pemkab Aceh Tengah Terbitkan Imbauan Larang Perayaan Hari Valentine

“Dari sana,  yang terbaik harus ikut program garuda select. Haru ikut dulu di internasional. Ketika kembali barulah itu cikal bakal Timnas junior,”

“Kalau tidak mereka punya tempat untuk berkompetisi. Jadi ketika usia 18 tahun bisa tetap terpilih. Kalaupun tidak bisa di Liga 1 U-18, bisa ke U-20 kompetisi masuk Timnas U-22. Kalau tidak lagi, masih bisa kompetisi hingga senior. Jadi tahapan untuk menjadi seorang timnas berjenjang jadi kebih jelas. Itu backbone kita dan ada pengalaman internasional sejak dini 17 tahun. Mereka punya pengalaman di luar negeri,” paparnya.

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved