Penerimaan BPNT di Jakarta Barat Terkendala Kartu Rusak dan Hilang

Penyaluran BPNT yang sudah berjalan sepanjang tahun 2018 belum mencapai 100 persen karena terkendala kartu tanda penerima yang rusak.

Penerimaan BPNT di Jakarta Barat Terkendala Kartu Rusak dan Hilang
TribunJakarta.com/Afriyani Garnis
Pelayanan pengambilan pangan murah menggunakan Kartu Jakarta Pintar (KJP) di RPTRA Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Kasubag Kesejahteraan Sosial, Pemuda dan Olahraga Kota Jakarta Barat, Ken Ima mengatakan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang sudah berjalan sepanjang tahun 2018 belum mencapai 100 persen berdasarkan data Kementerian Sosial.

Hal itu, lanjut Ima, lantaran kartu tanda penerima bantuan yang dimiliki masyarakat hilang atau rusak. Sehingga menjadi kendala ketika masyarakat ingin mencairkan bantuan tersebut.

Dalam rapat evaluasi yang digelar pada hari ini, Pemerintah Kota Jakarta Barat bersama perbankan terkait pun akan melakukan pergantian terhadap kartu yang rusak mapun hilang.

"Hasil rapat evaluasi bersama pihak perbankan telah menyanggupi pergantian kartu bagi KPM sehingga realisasi pencarian bantuan bisa lebih baik lagi tahun 2019," ungkapnya.

"Hasil rapat evaluasi bersama, pihak perbankan telah menyanggupi pergantian kartu bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sehingga realisasi pencarian bantuan bisa lebih baik lagi tahun 2019," kata Ima, Rabu (13/2/2019).

"Evaluasi digelar agar bantuan tersalurkan tepat sasaran bagi 36.814 KPM yang tersebar di 56 kelurahan," sambungnya.

Selain melakukan pergantian kartu, pihaknya juga akan melakukan pembaruan data KPM.

Bangunan Liar di Pinggir Kali Jadi Kendala Pembangunan Sheetpile di Jakarta Barat

10 Persen Balita di Jakarta Barat Rentan Tiga Masalah Kesehatan Gizi

Di mana masyarakat dapat mengajukan diri menkadi penrima BPNT ke kantor kelurahan setempat, kemudian akan dilakukan survei oleh petugas.

"Tahapan melapor ke kelurahan untuk dimasukkan ke dalam sistem dan selanjutnya akan disurvei oleh petugas pemutakhiran data guna memastikan calon penerima bantuan sesuai aturan yang berlaku," ujar Ima.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved