Petugas Dishub Kota Bekasi Nyaris Baku Hantam Saat Menertibkan Sopir Angkot

Sopir angkot yang masih terlihat mangkal di trotoar akan segera diminta jalan agar tidak menggangu arus lalu lintas.

Petugas Dishub Kota Bekasi Nyaris Baku Hantam Saat Menertibkan Sopir Angkot
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
ILUSTRASI Petugas Dishub Jaksel amankan sopir angkutan umum berusia 14 tahun di Jalan Raya Lenteng Agung pada Rabu (30/1/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Anggota Dinas Perhubungan (Dushub) Kota Bekasi nyaris tertilbat baku hantam dengan sejumlah sopir angkot saat hendak melakukan penertiban di Jalan, Sultan Agung, dekat lampu merah Kranji, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu, (13/2/2019).

Berdasarkan video dan foto yang diunggah akun instagram resmi Dishub Kota Bekasi @dishubbekasikota, anggota Dishub berusaha melakukan penertiban di area trotoar Jalan Sultan Agung, dekat Lampu Merah Kranji yang kerap memarkirkan kendaraan (ngetem) sembarangan. 

Namun aksi penertiban itu rupanya mendapatkan perlawanan dari sejumlah sopir angkot yang merasa terusik akibat penertiban yang dilakukan Dishub Kota Bekasi, alhasil, cekcok antara kedua pihak tidak dapat dihindari. 

Komandan Regu (Danru) Diahub Kota Bekasi Suriyanto, mengatakan, penertiban dilakukan lantaran pihaknya mendapatkan keluhan dari masyarakat yang merasa terganggu dengan keberadaan sopir angkot yang hendak mengetem atau memarkirkan kendaraan di atas trotoar. 

"Jadi awalnya informasi dari masyarakat yang merasa terganggu, pejalan kaki juga khusunya, karena keberadaan mereka (sopir angkot) cukup menggangu, karena trotoar sering dijadikan tempat ngetem, tidak seusai dengan peruntukannya," kata Suriyanto saat dikonfirmasi, Rabu, (13/2/2019).

Dia menambahkan, proses penertiban akhirnya dilakukan secara persuasif meski sempat terjadi adu mulut antara personil Dishub dengan sejumlah sopir angkot yang menolak ditertibakan. 

"Enggak-enggak (ricuh), kita tetap lakukan penertiban secera persuasif, jadi tidak ada benturan, kita ngalah saja. Biar masyarakat yang menilai saja," ucap Suriyanto.

Adapun selanjutnya, Dishub Kota Bekasi terus menerjunkan personil di sekitar lokasi agar melakukan penjagaan dan mengatur arus lalu lintas.

Sopir angkot yang masih terlihat mangkal di trotoar akan segera diminta jalan agar tidak menggangu arus lalu lintas.

"Biasanya saya turunin satu regu 10 sampai 20 orang, kadang 8, kadang 10 (orang) lihat situasi saja," jelas dia.

Selain itu, Suriyanto menambahkan, angkot yang kerap mangkal dan memarkirkan kendaraan di pinggir Jalan Sultan Agung, dekat lampu merah Kranji mayoritas angkot K20. Sopir angkot juga kerap memutar balik di sekitar area tersebut dan tidak jarang menjadi penyebab kemacetan. 

"Dia (sopir) angkot sering motong putar balik, akhirnya bikin macet, makanya kita lakukan penertiban dan penjagaan supaya angkot-angkot tertib," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved