Polisi Telah Datangi SD Al-Fajri Bekasi Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa

Polres Metro Bekasi telah melakukan pemeriksaan ke SD Al-Fajri, di Jalan Cempaka 1, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Polisi Telah Datangi SD Al-Fajri Bekasi Terkait Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing Andari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Polres Metro Bekasi telah melakukan pemeriksaan ke SD Al-Fajri, di Jalan Cempaka 1, Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Hal itu terkait dugaan penganiayaan yang menimpa seorang siswa berkebutuhan khusus berinsial JMH (11).

Kepala Sub Bagian Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari mengatakan pihaknya pada telah mendatangi sekolah pada Selasa, 12 Februari 2019.

Kedatangan itu untuk mengklarifikasi laporan dugaan penganiayaan anak yang dilaporkan Muhamad Sugih (40), orang tua JHM.

"Kemarin tima dari Unit PPA (Perlindungan Perenpuan dan Anak) sudah melakukan klarifikasi dan bertemu langsung dengan pihak sekolah, di sana kami juga sudah mintai keterangan kepala sekolah, serta guru yang bersangkautan," kata Erna, Rabu (13/2/2019).

Hasil keterangan pihak sekolah sejauh ini masih didalami Unit PPA.

Polres Metro Bekasi Kota dalam hal ini belum dapat menyimpulkan karena harus mendengarkan bukti-bukti dan keterangan lebih lanjut dari kedua belah pihak.

"Kemarin sudah kita klarifikasi, ada guru, ada kepala sekolah, pihak yayasan serta siswa pelajar sekolah tersebut, sampai saat ini masih kita dalami, kita belum bisa simpulkan karena perlu bukti-bukti keterangan dari pihak korban," papar Erna.

Adapun untuk pemeriksaan korban, Polres Metro Bekasi Kota berencana melakukan pemeriksaan hari ini, Rabu, 13 Februari 2019, orang tua serta korban JMH akan diminta hadir di Mapolres Metro Bekasi Kota.

"Jadwalnya hari ini, sore kita undang korban, orang tua korban untuk dimintai keterangan, serta buat BAP (berita acara pemeriksaan)," jelas dia.

Adapun sebelumnya, Muhamad Sugih (43), melaporkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru berinisial HM ke Polres Metro Bekasi Kota dengan nomor laporan LP/367/K II/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota. Hal itu dilakukan setelah ia, melihat luka lebam dan merah pada kaki anaknya.

Dugaan Penganiayaan Anak Berkebutuhan Khusus: Sekolah Tak Menggubris, Orang Tua Lapor Polisi

Saksi Sebut Ada Tersangka Penganiayaan Balita Fitri, Polresta Depok Masih Bungkam

Sugih kemudian meminta penjelasan ke pihak sekolah, apakah anaknya memiliki masalah, namun pihak sekolah justru mengatakan bahwa, anaknya tidak memiliki masalah apapun dengan guru yang bersangkutan.

Ketika ia menanyakan langsung dengan sang anak, JMH mengaku luka lebam dan merah disebabkan lantaran dicubit serta ditendang oleh wali kelasnya sendiri yakni HM.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved