Putra, Bocah Kelas 3 SD Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, dan Kakak Sudah Menikah

"Kalau berhitung dia bisa, pintar dia. Mungkin karena memang sudah biasa jualan juga ya," kata guru kelas

Putra, Bocah Kelas 3 SD Jualan Cilok: Jago Berhitung, Dapat Banyak Simpati, dan Kakak Sudah Menikah
TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). 

Setelah beberapa menit suami istri itu beranjak pulang meninggalkan perkampungan kumuh itu.

"Dari Jakarta Selatan mas. Iya saya tahu dari Instagram semalam, hari ini langsung ke sini," ujar Yosi, istri dari pasangan itu.

Ia mengaku berempati karena kondisi Putra yang yatim piatu dan harus banting tulang menghidupi dua adiknya, Renaldi Setiawan (7) dan Arsyad Nurardiansyah yang masih berusia 10 bulan.

"Ya kasihan lah mas, dia kan yatim piatu. Tradi ngasih bantuan," ujarnya.

Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019).
Muhammad Saputra di sekolahnya di SD Jurang Mangu Timur 01, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Rabu (13/2/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

2. Pandai berhitung

Muhammad Saputra (12) bocah yatim piatu yang viral karena berjualan cilok untuk menghidupi dua adiknya itu, sering mendapat bantuan dari masyarakat.

Muhammad Saputra, panggilan karibnya, masih duduk di bangku kelas III sekolah dasar. Ia sempat putus sekolah, dan kembali melanjutkan.

Hal itu membuat di usianya yang 12 tahun, Putra masih belum lancar membaca dan menulis.

Hal itu disampaikan Diah Indah Puspita, Guru kelas III SD Jurang Mangu Timur 01, saat ditemui di sekolahnya.

"Putra masih belum lancar bacanya. Jadi kalau di kelas tuh dia suka telat nulis soalnya, bu belum selesai," ujar Diah menceritakan.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved