Pemilu 2019

Wakil Wali Kota Ajak Seluruh Camat di Tangerang Jaga Kondusifitas Saat Pemilu

Sebab, kata dia, menjelang Pemilu dan Pileg tak akan terhindari dari potensi rawan keributan dan tersebarnya berita hoaks

Wakil Wali Kota Ajak Seluruh Camat di Tangerang Jaga Kondusifitas Saat Pemilu
Istimewa/dokumentasi Humas Puspemkot Tangerang.
Wali Kota Tangerang, Sachrudin di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu (13/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Pemilu 2019 hanya hitungan bulan lagi, Pemerintah Kota Tangerang instruksikan suasana kondusif di Kota Tangerang.

Keamanan dan kenyamanan suatu wilayah jelang pesta demokrasi menjadi sangat rentan, untuk itu diperlukan sinergitas dari seluruh elemen agar kondisifitas selalu terjaga.

Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat menutup Kegiatan Sosialisasi Peraturan Kelinmasan, yang digelar di Ruang Akhlakul Karimah, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

"Ini bagian dari tugas kita bersama, agar masyarakat dapat menyalurkan aspirasinya sesuai dengan hati nurani. Tugas kita selaku pemerintah hanya mengamankan," terang Sachrudin dalam keterangan resminya, Rabu (13/2/2019).

Ia meneruskan, sesuai Permendagri No. 84 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Masyarakat, 117 camat dan lurah se-Kota Tangerang dikumpulkan bertujuan untuk mensosialisasikan peraturan Kelinmasan guna menekan potensi kerawanan jelang Pemilu dan Pileg.

"Jelas semakin meningkat apalagi diwilayah, untuk itu harus ada kontrol dari lurah dan camat. Mengorganisir dengan bekerjasama antara Linmas kelurahan, hansip atau satpam yang ada di tiap RW dan RT," jelas Sachrudin.

Diduga Karena Depresi Akibat Tekanan Ekonomi, Caleg Gerindra Gantung Diri

Instagram Blokir Akun Alpantuni, Polisi Selidiki Penyebar Konten LGBT di Akun Komik Muslim Gay

Sebab, kata dia, menjelang Pemilu dan Pileg tak akan terhindari dari potensi rawan keributan dan tersebarnya berita hoaks.

"Seperti informasi atau berita bohong yang marak beredar, kita bisa putus penyebarannya dengan melakukan cross check ulang, gali kembali kebenaran informasinya," tutur Sachrudin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved