Berhadiah Alat Kebersihan, Lomba Kerja Bakti di Jakut Saat HPSN Harus Libatkan Warga Non-Pengurus RW

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan kerja bakti ini wajib melibatkan warga biasa pada saat hari-H.

Berhadiah Alat Kebersihan, Lomba Kerja Bakti di Jakut Saat HPSN Harus Libatkan Warga Non-Pengurus RW
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim ketika ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, TANJUNG PRIOK - Pemerintah Kota Jakarta Utara sedang menyiapkan lomba kerja bakti untuk merayakan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh pada 21 Februari 2019 mendatang.

Lomba kerja bakti tersebut bakal diadakan pada 24 Februari 2019.

Wakil Wali Kota Jakarta Utara, Ali Maulana Hakim mengatakan kerja bakti ini wajib melibatkan warga biasa pada saat hari-H.

Hal itu mesti dilakukan, sebab selama ini kerja bakti di wilayah RT maupun RW sejatinya dilakukan oleh pengurus saja.

"Sebenernya kerja bakti itu dilakukan setiap hari Minggu pagi ya, dan itu dijadwal. Tetapi, seringkali kita temukan saat memonitor yang bekerja bakti itu orangnya itu-itu saja. Nggak jauh dari pengurus RT, pengurus RW, PKK, Karang Taruna, LMK, dan orangnya itu-itu saja. Nah kita sekarang ingin mengajak lebih besar lagi," kata Ali ketika ditemui di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Rabu (14/2/2019).

Sambut #HPSN 2019, Pemerintah Kota Jakarta Utara Gelar Lomba Kerja Bakti

Ali mengatakan lomba kerja bakti diadakan untuk menyelaraskan tema HPSN tahun ini, yaitu 'DKI Nyok Kerja Bakti'.

Lomba ini untuk memotivasi warga di RW-RW yang ada di 33 Kelurahan di wilayah Jakarta Utara untuk terlibat langsung dalam upaya pemeliharaan lingkungan.

Ali menyebut, ada beberapa kriteria yang dinilai dalam lomba kerja bakti nantinya.

Penilaian meliputi keterlibatan warga yang ikut kerja bakti, luasan cakupan kerja baktinya, dan kebersihan.

"Serta juga beberapa ide kreatif mereka untuk mengampanyekan dan mengajak warga-warga sekitar bisa melalui medsos, muter-muter keliling kampung, itu salah satu indikator penilaian," kata Ali.

Ali menambahkan, untuk membuat warga tertarik mengikuit lomba, Pemkot mempersiapkan hadiah khusus.

Hadiah yang diberikan berupa piagam penghargaan dan alat-alat kebersihan.

"Rewardnya yang pertama ada piagam penghargaan dari Wali Kota. Kemudian ada beberapa hadiah berupa barang, gerobak sampah, peralatan kebersihan," kata Ali.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved