Ekosistem Usaha dan Bisnis di Sektor Pertanian Saat Ini Dinilai Semakin Membaik

Menurut Mindo, dengan lonjakan neraca perdagangan pertanian termasuk ekspor komoditas, memiliki dampak kepada kesejahteraan petani

Ekosistem Usaha dan Bisnis di Sektor Pertanian Saat Ini Dinilai Semakin Membaik
Tribunnews.com/Hendra Gunawan
Lahan Pertanian 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sisi ekosistem usaha dan bisnis di sektor pertanian berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) saat ini dinilai semakin membaik di era Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman.

Terbukti berdasarkan data yang diumumkan BPS, neraca perdagangan sektor pertanian Indonesia tahun 2018 mencapai surplus USD 10 miliar dan ekspor komoditas melonjak sebesar USD 29 miliar.

Hal tersebut dikemukakan anggota Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar, Rabu (13/2/2019).

"Kinerja pangan kita di masa pemerintahan Presiden Jokowi dan Mentan Amran menuai bukti banyak kemajuan. Berhasil mendongkrak pertumbuhan ekonomi," ujar Mindo.

Menurut Mindo, dengan lonjakan neraca perdagangan pertanian termasuk ekspor komoditas, memiliki dampak kepada kesejahteraan petani dan menurunnya kemiskinan di pedesaan.

Jelang Debat Kedua Capres: Jokowi Punya Jurus Mematikan, Fadli Zon Singgung Infrastruktur Mangkrak

"Jadi berbagai persoalan merugikan petani yang bisa menghambat produksi pangan sekarang kelihatan dicari solusinya. Itu ikut menaikkan angka neraca perdagangan," ucap Mindo.

Mindo mengungkapkan, ada beberapa kebijakan sektor pertanian kini yang dinilai mendorong surplusnya neraca perdagangan. Bahkan juga menuju ketahanan pangan nasional.

Telah banyaknya regulasi yang dicabut oleh Amran Sulaiman, ucap Mindo, sebab menghambat investasi pertanian ikut pula mempengaruhi peningkatan produksi pangan.

"Kan data BPS mengatakan kalau investasi pertanian tahun 2018 naik 110 persen. Investasi tumbuh, produksi bagus, akhirnya bisa bersaing di perdagangan internasional," ujar Mindo.

Ditambah lagi, kata Mindo, ketegasan Kementerian Pertanian menindak pelaku nakal impor pangan. Sehingga ekosistem bisnis terjaga dan sesuai aturan.

Sebagai informasi, BPS mendata bahwa neraca perdagangan pertanian tahun 2018 berhasil surplus USD 10 miliar. Kemudian, nilai ekspor pertanian tahun 2018 menanjak menjadi sebesar USD 29 miliar.

Untuk volume ekspor tahun 2018 juga naik 42,5 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi dari tahun 2017 yakni 41,3 juta ton.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved