Hampir Tiap Tahun Warga Demo Tuntut Perhatian Lebih Akibat Dampak TPA Burangkeng

Unjuk rasa dilakukan lantaran, warga menuntut perhatian lebih ke Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait dampak

Hampir Tiap Tahun Warga Demo Tuntut Perhatian Lebih Akibat Dampak TPA Burangkeng
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
TPA Burangkeng di Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar 

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, rupanya tidak jarang melakukan aksi unjuk rasa dengan cara penutupan akses jalan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng. 

Unjuk rasa dilakukan lantaran, warga menuntut perhatian lebih ke Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait dampak yang ditimbulkan dari TPA Burangkeng.

Terakhir, unjuk rasa dilakukan warga pada, Rabu, 13 Februari 2019 kemarin, sejumlah warga menutup akses jalan menuju TPA Burangkeng hingga menyebabkan truk sampah tidak dapat melakukan aktivitas pembuangan sampah.

Aep (47), warga Kampung Jati, Desa Burangkeng mengatakan, aksi unjuk rasa dilakukan akibat pemerintah daerah tak kunjung merespok aspirasi warga yang meminta perbaikan sarana dan prasarana di wilayah sekitar TPA Burangkeng. 

"Sebelumnya sudah minta renovasi (jalan), tapi belum ada respon, warga dapet perhatian gak ada sama sekali, kita cuma minta sarpras (sarana dan prasarana) untuk lingkungan," kata Aep, (14/2/2019).

Sarana dan prasarana lingkungan yang dituntut warga diantaranya perbaikan jalan lingkungan yang rusak, pemasangan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), pembuatan saluran air. 

"Saya minta ke Dinas LH (Lingkungan Hidup) trus belum ada jawaban, saya minta lewat surat, terus saya juga ke Dinas Bina Marga, Bappeda, lalu ke Dinsos, tembusan-tembusan ke Bupati juga udah tapi belom ada jawaban," jelas dia. 

Abi (42), warga lain mengatakan, aksi ujuk rasa yang dilakukan warga bukan sekali atau dua kali dilakukan, bahkan menurut dia, hampir setiap tahun, warga menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah daerah memberikan perhatian lebih terhadap dampak yang ditimbulkan dari TPA Burangkeng. 

"Udah bukan sering lagi, hampir setahun udah kali pasti ada aja demo (unjuk rasa), soalnya warga sini juga gak dapet apa, cuma kena dampak baunya aja," ucapnya.

Sementara itu, kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) TPA Burangkeng Maulan, mengatakan, terkait unjuk rasa yang dilakukan warga, pihaknya dalam hal ini berupaya melakukan pendekatan secara persuasif dengan bermordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (LH).

"Ya kia persuasif saja si sama warga di sini, kemarin itu, warga nutup jalan karena ada sejumlah jalan yang dianggap rusak pas tikungan mau ke masuk TPA," jelas dia. 

Penutupan akses jalan seperti itu cukup sering dilakukan warga, adapun tuntutannya beragam diantaranya meminta perbaiakan sarana dan prasarana. 

"Penutupan seprti itu sering terjadi sih, kemarin kita lalukan persuasif, sampao sore akhirnya warga mulai buka lagi akses jalannya," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved