Kisah inspiratif Hafid, Keluar Jadi Agen Asuransi Bangun 'Kedai Mamak' yang Bagikan Makanan Gratis

"Omset saya enggak besar rata-rata Rp 2 juta bahkan bisa hanya Rp 350 ribu saja. Tapi pernah mencapa Rp 5 juta dalam sehari," lanjutnya.

Kisah inspiratif Hafid, Keluar Jadi Agen Asuransi Bangun 'Kedai Mamak' yang Bagikan Makanan Gratis
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Hapid Mansur dengan Kedai Mamaknya di Tebet pada Kamis (14/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, TEBET - Membantu antar sesama umat manusia sudah tertanam dalam diri Hapid Mansur (49) sejak lama, nuraninya acapkali terpanggil membantu orang lain yang kelaparan, terutama anak yatim piatu dan orang yang tak mampu di sekitarnya.

Ia memutuskan berhenti dari pekerjaan sebelumnya dari seorang agen asuransi yang telah ia rintis sekian lama untuk beralih ke dunia usaha yang baru bagi dirinya.

Apalagi, niat baiknya membantu orang bertolak belakang dari dunia usaha yang ingin mencari untung sebesar-besarnya.

Sebab, ia tak hanya mencari keuntungan dalam berusaha namun mengedepankan jiwa sosialnya dengan memberikan makanan gratis bagi mereka yang butuh terisi perutnya.

"Awalnya memang saya suka bawa makanan atau ngajak teman makan di rumah. Ternyata membuat mereka happy. Karena mungkin dari dulu saya punya 'penyakit memberi'. Dari situ saya putuskan keluar dari pekerjaan saya menjadi seorang pengusaha kedai makanan," kata Hafid kepada TribunJakarta.com pada Kamis (14/2/2019) di Kedai Mamak, Tebet Timur, Jakarta Selatan.

Namanya merintis sebuah usaha, sebagian besar orang pasti merasakan bagaimana rasanya jatuh tersandung oleh bebatuan yang menghadang di depan.

Namun bagi Hapid, itu hanyalah sekumpulan kerikil yang harus ia lewati dan nikmati dalam setiap prosesnya.

Proyek Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 58 Persen, Diproyeksikan Beroperasi April 2021

"Ketika bangun usaha kedai mamak ini ternyata tidak langsung sukses. Hampir setiap hari makanan saya tidak pernah habis. Kalau tidak habis biasanya langsung dikasih ke sopir taksi atau anak yatim," paparnya.

Ia pun tak gusar tatkala membangun usaha dengan mengedepankan jiwa sosial bagi pengunjung yang datang.

Halaman
123
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved