Tahun ini, Pemkot Jakarta Barat akan Tata 16 RW Kumuh di Empat Kelurahan

"Kita anggap lingkungan kita sendiri yang kita tinggalin bersih, sehat, tertata jadi untuk berkembangnya anak-anak itu terjamin," ujar Suharyanti.

Tahun ini, Pemkot Jakarta Barat akan Tata 16 RW Kumuh di Empat Kelurahan
TribunJakarta/Bima Putra
Ilustrasi kampung kumuh 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Novian Ardiansyah

TRIBUNJAKARTA.COM, KEMBANGAN - Pemerintah Kota Jakarta Barat melalui Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat berencana menata sejumlah RW kumuh pada tahun ini.

Kepala Suku Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Jakarta Barat, Suharyanti mengatakan, ada 16 RW kumuh dari total 92 RW yang akan dilakukan penataan.

Sebelum dilakukan penataan pada tahun ini, kata Suharyanti, pihaknya sudah melakukan kajian terlebih dahulu terhadap sejumlah RW tersebut pada tahun 2018.

"Jadi kita punya dikasih kewenangan sama Pak Gubernur untuk menata RW kumuh dan kebetulan di Jakarta Barat itu ada 92 RW kumuh. Tahap pertama ini kita benahi 16 RW lalu tahun besok juga ada lagi yang tahun ini ada kajiannya," kata Suharyanti, Kamis (14/2/2019).

Penataan RW kumuh pada tahun ini pun tersebar di empat kelurahan, yaitu Kelurahan Kota Bambu Utara, Kelurahan Pinangsia, Kelurahan Kapuk, dan Kelurahan Kedaung Kali Angke.

Suharyanti mengatakan, penataan yang akan dilakukan mencakup semua unsur mulai dari jalan lingkungan, saluran air, hingga penghijauan di wilayah terkait.

"Satu kawasan itu kita benahi tidak per gang tidak cuma 200 meter tapi seluruh kawasan dengan penghijauannya kita vertical garden, begitu juga yang sekarang lagi digiatkan yaitu drainase vertikal atau sumur resapan nah itu kita akan buat di sana," kata Suharyanti.

Ia pun berharap, dengan dilakukan penataan terhadap RW kumuh, masyarakat yang tinggal dapat lebih nyaman dan meningkat dari segi kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraannya.

"Kita anggap lingkungan kita sendiri yang kita tinggalin bersih, sehat, tertata jadi untuk berkembangnya anak-anak itu terjamin," ujar Suharyanti.

"Jadi harapannya dengan penataan ini kita semuanya menjadi lebih baik kesejahteraannya meningkat. Karena penataan di sini bukan hanya fisiknya saja tapi ada sosial ekonominya juga," sambungnya.

Penulis: Novian Ardiansyah
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved