Kabar Gembira, LRT Cawang-Cibubur Diuji Coba Pertengahan Tahun Ini

Per 8 Februari 2019, pengerjaan trase Cawang—Cibubur sudah terbangun 78,455 persen.

Kabar Gembira, LRT Cawang-Cibubur Diuji Coba Pertengahan Tahun Ini
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Pembangunan Proyek kereta cepat Light Railway Transit (LRT) di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, terus dikebut seperti tampak pada Jumat (8/2/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM- Light Rail Transit (LRT) Jabobek trase Cawang–Cibubur bakal diujicoba pada pertengahan tahun ini. Per 8 Februari 2019, pengerjaan trase Cawang-Cibubur sudah terbangun 78,455 persen.

“Insya Allah bulan Juni atau Juli nanti, di trase Cawang—Cibubur,  kereta yang pertama akan diujicoba. Juni akan kami ujicoba kereta pertama yang dibuat oleh PT INKA. Kami akan coba dari Cibubur ke Ciracas dulu, pelan-pelan,” ungkap Direktur Operasional II, PT Adhi Karya, Pundjung Setya Brata dalam acara Media Workshop Adhi Karya di Grandhika Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Jumat (15/2/2019).

Menurut Pundjung, trase Cawang—Kuningan—Dukuh Atas baru selesai 46,135 persen karena di daerah antara Stasiun Setiabudi ke Dukuh Atas belum final penyelesaian lahannya, sehingga ada lokasi yang belum bisa dikerjakan.

Sedangkan trase Cawang—Bekasi  Timur baru terbangun 52,770 persen karena pembangunan depo belum bisa dilaksanakan. Pembangunan depo itu membutuhkan lahan sekitar 10 hektar.

“Trase Cawang—Cibubur relatif lancar pengerjaannya karena masalah pembebasan lahan tidak ada,” ungkap Pundjung.

Trase Cawang—Cibubur dan trase Cawang—Bekasi Timur akan bertemu di Stasiun Transit Cawang. Jalur Cibubur—Dukuh Atas sepanjang 24,7 kilometer memiliki stasiun, sedangkan Jalur Bekasi—Dukuh Atas sepanjang 27,8 kilometer memiliki 13 stasiun.

Pundjung membeberkan biaya pembangunan LRT Jabobek Tahap 1 itu mencapai Rp 513,79 miliar per kilometer, atau Rp 22,827 triliun untuk jarak sepanjang 44,3 kilometer. Biaya tersebut sudah termasuk biaya keseluruhan, yaitu biaya pembangunan jalur, stasiun, depo, fasilitas operasi, trackwork, dan PPN 10 persen.

Rinciannya, untuk jalur sepanjang 44,3 kilometer itu dibutuhkan biaya Rp10,480 triliun atau Rp235,88 milyar per kilometer. Biaya pembangunan stasiun, Depo dan OCC total Rp3,713 triliun, serta biaya fasilitas operasi dan trackwork sebesar Rp6,559 triliun. Biaya pembangunan LRT sebelum PPN 10 persen totalnya Rp20,752 triliun atau Rp467,08 milyar per kilometer.

Ditetapkan Anies Baswedan Hingga Beroperasi Maret 2019, Segini Tarif LRT Kelapa Gading-Velodrome

Proyek Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 58 Persen, Diproyeksikan Beroperasi April 2021

Dirut PT Adhi Karya, Budi Harto menyatakan bahwa sampai saat ini, PT Adhi Karya telah mengeluarkan dana sekitar Rp12 triliun, sementara PT KAI sekitar Rp6,3 triliun. “LRT Tahap I ini 44,3 kilometer. Idealnya kita punya 200 kilometer jalur LRT,” ujarnya.

Budi menyatakan bahwa untuk pengoperasian LRT, tidak bisa dilakukan tanpa adanya depo. Dia mengakui adanya kendala pembangunan depo LRT di Bekasi Timur terkait pembebasan lahan. “Untuk depo diperlukan lahan 10 hektar, 5 hektar lahan milik Adhi Karya, 5 hektar lainnya pembebasan baru. Mudah-mudahan Maret ini selesai,” kata Budi. (Ichwan Chasani)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Terbangun 78,455 persen, LRT Trase Cawang-Cibubur Diujicoba Pertengahan Tahun Ini

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved