Agar Mudah Akses LPDB, Pengrajin Batik Pamekasan Bentuk Koperasi

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis agar koperasi dan para pelaku UMKM lebih proaktif mengakses dana bergulir

Agar Mudah Akses LPDB, Pengrajin Batik Pamekasan Bentuk Koperasi
TribunJakarta.com/Anisa Kurniasih
Ilustrasi pengrajin batik 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Lembaga Pengelola Dana Bergulir, Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM mengharapkan sentra-sentra pengrajin batik yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur membentuk koperasi

Hal ini perlu dilakukan guna mempermudah LPDB-KUMKM dalam penyaluran dana bergulir melalui koperasi.

“Di sini sangat besar potensi ekonomi kreatif dari pengrajin batik, saya ingin klaster-klaster  di Kabupaten Pamekasan, paling tidak di tingkat kecamatan, membentuk koperasi yang anggotanya pengrajin batik. Hal ini agar kita lebih mudah menyalurkan dana bergulir ke koperasinya," kata Dirut LPDB-KUMKM, Braman Setyo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/2/2019).

Menurut Braman, ini dilakukan sebagai upaya LPDB-KUMKM mendorong koperasi dan UMKM di Kabupaten Pamekasan agar lebih proaktif mendapatkan dana bergulir dengan bunga rendah.

Braman mengungkapkan, LPDB-KUMKM telah menyalurkan dana bergulir di Pamekasan dalam kurun waktu 12 tahun sebesar Rp 350 juta. 

Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi dan bimbingan teknis agar koperasi dan para pelaku UMKM lebih proaktif mengakses dana bergulir.

"Salah satu stateginya adalah coaching clinic, bagaimana mencari solusi permasalahan yang dihadapi selama ini. Misalnya proposal, apa persyaratannya. Tentunya itu akan ditangani tim teknis kita dari bisnis dan syariah,“ kata Braman.

Braman mengakui hampir 70 persen koperasi yang mengajukan proposal ke LPDB-KUMKM dalam tata kelola keuangannya masih kurang sempurna.

"Inilah bentuk dari pembinaan LPDB, supaya lebih diperbaiki dan disempurnakan lagi, sehingga mereka bisa mengajukan kembali sesuai dengan ketentuan SOP yang telah kita bangun bersama di manajemen baru," tambah Braman.

Karenanya, melalui coaching clinic ini akan dibina, bagaimana mereka menata laporan keuangannya. “Saya berharap ada peningkatan SHU (Sisa Hasil Usaha) yang positif dan meningkat. Saya tidak ingin SHU menjadi menurun," imbuhnya.

Braman berharap melalui Sosialisasi Program Inklusif ada dari peserta yang mengajukan dana bergulir, sehingga target tahun 2019 sebesar 1,5 triliun dapat tersalurkan. “1,5 triliun di 2019 harus benar-benar tersalurkan, paling tidak dari 100 peserta, minimal 10 persen sudah mengajukan proposal pengajuan," tandas Braman.

Lokasi Nobar Debat di Tangsel, Kubu Jokowi di Restoran, Kubu Prabowo di Posko Pemenangan

Kronologi Ledakan Keras Saat Debat Capres, Terjadi Ketika Jokowi Ungkap Visi dan Misi

Sementara itu Direktur Pembiayaan Syariah LPDB-KUMKM Jaenal Aripin menjelaskan, kegiatan Sosialisasi Program Inklusif LPDB-KUMKM di Kabupaten Pamekasan bertujuan untuk mempermudah koperasi dan UMKM di Madura dalam mendapatkan dana bergulir.

Menurutnya, kegiatan Ini diikuti 106 peserta, terdiri dari koperasi 60 peserta, BPR 23 peserta dan sisanya kalangan UMKM. Jaenal menjelaskan, keinginan koperasi dan UMKM di Madura mendapatkan dana bergulir sangat besar, khususnya dana bergulir syariah. Potensi besar seperti ini yang mendorong pihaknya menggelar sosialisasi dan bimtek.

Dalam kesempatan yang sama, Kadis UMKM Kabupaten Pamekasan Jon Yulianto mengatakan, kehadiran LPDB-KUMKM sangat membantu koperasi dan UMKM di Pamekasan. Mereka mendapatkan solusi permodalan dengan bunga rendah.

Pihaknya berharap perlunya pendampingan UMKM di Pamekasan dalam pengembangan modal usaha, mengingat banyaknya pelaku UMKM di Pamekasan diantaranya adalah PKL (Pedagang Kaki Lima).

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved