Serbu Seisi Rumah Hingga Naik Ranjang, Warga Sebut Ulat Gonggok Tak Gigit Tapi Beraroma Tak Sedap

Namun, banyaknya ulat yang masuk terus menerus ke permukimannya baru terjadi pada musim hujan di tahun 2019.

Serbu Seisi Rumah Hingga Naik Ranjang, Warga Sebut Ulat Gonggok Tak Gigit Tapi Beraroma Tak Sedap
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Suasana permukiman warga Kebagusan yang diresahkan oleh banyaknya ulat kaki seribu berjenis Gonggok Lawa pada Rabu (20/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Akhiruddin (58) mengaku resah banyaknya ulat kaki seribu berjenis Gonggok Lawa yang menyerbu permukimannya di Gang Nangka RT 001 RW 007 Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Warga yang mengaku telah tinggal sejak 1985 di gang Nangka tersebut heran lantaran banyaknya ulat hitam berukuran sekira dua sentimeter melata hingga memasuki rumahnya.

Ribuan ulat-ulat yang menyerbu permukimannya diduga berawal sejak tiga tahun yang lalu saat terjadi pengerukan lahan kosong yang berdekatan dengan permukimannya.

Namun, banyaknya ulat yang masuk terus menerus ke permukimannya baru terjadi pada musim hujan di tahun 2019.

Suasana merebaknya ulat hitam berjenis Gonggok Lawu di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (20/2/2019).
Suasana merebaknya ulat hitam berjenis Gonggok Lawu di Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada Rabu (20/2/2019). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

"Ini sebenarnya ulat masuk sudah tahunan. Awalnya biasa aja. Kemudian makin ke sini makin banyak setelah hujan reda. Sudah seminggu ini puncaknya ulat itu menyerbu," ungkap Akhiruddin kepada TribunJakarta.com pada Rabu (20/2/2019).

Akhirudin menuturkan ribuan ulat-ulat itu sebenarnya tak menggigit namun menguarkan aroma tak sedap saat dimatikan.

"Gigit sih enggak ya ulat itu. Tapi baunya itu enggak enak sekali. Beberapa ulat yang sudah dimatikan itu menguarkan aroma tak sedap dari kejauhan," tuturnya.

Selain aroma tak sedap, ulat yang berukuran kecil itu bisa memasuki lobang telinga warga.

"Takutnya kan saya punya cucu, ulat itu bisa masuk ke kuping atau ke mulut. Seringnya naik ke ranjang saat saya lagi tidur kemudian berjalan di badan. Enggak gatal tapi geli," bebernya.

Akhirudin berharap ulat yang masuk ke permukimannya dapat dihilangkan.

"Saya berharap segera dihilangkan. Anak saya sudah laporkan melalui aplikasi Qlue. Hari ini sudah ditindaklanjuti oleh damkar. Semoga lekas diselesaikan," tandasnya.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved