Disinggung Macet oleh Wali Kota Cilegon, Begini Jawaban Wakil Wali Kota Bekasi

"Oh ya pak, ngomong-ngomong, calon saya orang Cilegon pak, nanti saya undang jadi saksi mau kan pak?

Disinggung Macet oleh Wali Kota Cilegon, Begini Jawaban Wakil Wali Kota Bekasi
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani Bekasi Selatan simpang BCP yang menjadi titik penerapan sistem tilang elektronik 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ikut menanggapi ucapan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi yang sempat menyinggung bahwa Kota Bekasi macet.

Singgungan itu diucapkan saat Wali Kota Cilegon Edi Ariadi dilantik sebagai wali kota definitif mengganti wali kota terdahulu TB Imam Ariyadi beberapa waktu lalu.

Melalui akun instagram pribadinya, @mastriadhianto, Wakil Wali Kota Bekasi mengunggah sebuah video berisi suara percakapan dirinya oleh seorang warga dengan latar gambar gapura Bekasi Timur, Jumat, (22/2/2019).

Dalam ungguhan itu, Tri seolah sedang menjawab telepon dari seorang warga bernama Romli warga Bantar Gebang. Ia kemudia bertanya, "Sore Mas Tri, saya Romli dari Bantar Gebang, tadi liat berita ada yang bilang Bekasi kasihan macet, menurut bapak gimana?,"

Tri kemudian menjawab, "Kalau Kota Bekasi dibilang macet ya wajar, kenapa?, ini berbading lurus sama tingkat kepemilikan kendaraan, nomor satu penyumbang pajak kendaraan se-Jawa Barat, dan karena Bekasi saat ini sudah jadi kota lintasan, orang dari Karawang, Jakarta dan sekitarnya,"

"Saat ini pemerintah terus berbenah, sarana dan prasarana terus diperbaiki, infrastruktur terus dibangun, apalagi kita sudah punya Transpatriot yang murah, nyaman, dan ramah,"

Romli selanjutnya menimpali,"walau masih berkembang Kota Bekasi masih jadi kota idaman dan penuh harapan ya pak,

"Oh ya pak, ngomong-ngomong, calon saya orang Cilegon pak, nanti saya undang jadi saksi mau kan pak?

Tri kemudian menjawab, "ya dengan senang hati saya akan datang penuhi undangan,"

Sebelumnya Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi juga sempat menanggapi ucapan dari Wali Kota Cilegon yang menyebutkan Kota Bekasi macet.

Dia tidak menampik apa yang dikatakan Wali Kota Cilegon Edi Ariadi, bahwa Kota Bekasi macet. Sebab, diwilayah tersebut terdapat empat proyek stategis nasional yang tentunya berdampak pada arus lalu lintas.

Kemacetan justru kata Rahmat, dapat dijadikan tanda bahwa pertumbuhan ekonomi kota tersebut sejatinya berjalan pesat.

"Kedua saya bangga Kota Bekasi dianggap macet, kalo gak macet gak ada pertumbuhan ekonomi, kotanya gak maju, pendidikannya gak jalan, dan gak bisa bayar kartu sehat, biar aja macet yang penting laju pertumbuhan ekonomi saya diatas rata-rata," pungkasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved