Penghuni Tagih Janji Pemkot untuk Renovasi Rusunawa Depok

Penghuni Rusun Sederhana Sewa (Rusunawa) Depok masih menanti janji Pemkot Depok merenovasi hunian mereka yang sempat muncul tahun 2016 lalu

Penghuni Tagih Janji Pemkot untuk Renovasi Rusunawa Depok
TribunJakarta/Bima Putra
Kondisi lantai 4 di tower A Rusunawa Depok, Jumat (22/2/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Penghuni Rusun Sederhana Sewa (Rusunawa) Depok masih menanti janji Pemkot Depok merenovasi hunian mereka yang sempat muncul tahun 2016 lalu namun belum terealisasi hingga sekarang.

Kusamnya dinding dan minimnya lampu penerangan di setiap lantai merupakan dua hal yang mereka harapkan segera ditangani Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok selaku pengelola.

"Tahun 2016 sempat ada wacana mau direnovasi, tapi sampai sekarang enggak ada tindak lanjutnya. Padahal kita juga enggak minta banyak, sekedar dicat sama dipasang lampu saja," kata Watiningsih (44), satu penghuni Rusunawa Depok, Jumat (22/2/2019).

Watiningsih hanya berharap pengecatan dan pemasangan lampu karena merasa sulit bila meminta Pemkot Depok menyediakan lift barang.

Dia mencontohkan dinding Tower A Rusunawa yang pertama kali dihuni oleh masyarakat, selain kusam banyak bagian cat tembok yang mengelupas.

"Kalau lift barang enggak bisa ya setidaknya dicat ulang dindingnya, karena ini sudah kumuh banget. Cukup dinding luarnya saja, enggak perlu kamar. Sama lampu di setiap lantai dipasang, sudah, itu saja," ujarnya.

Menanggapi proses pemeliharaan yang sedang dilakukan di Tower B, Watiningsih menyebut sekitar empat bulan lalu pihak pengelola datang dan menanyakan apa yang dikeluhkan.

Meski Sudah Disemprot, Rusmini Cuek Ulat Gonggok Lawa Akan Masuki Kamarnya Saat Tidur

Pengelola, lanjut Watiningsih melontarkan wacana kembali merenovasi hunian merek meski tak diketahui bakal terlaksana atau kapan waktu pelaksanaannya.

"Belum lama ini pengelola bilang mau ada renovasi, tapi pas saya tanya kapan mereka bilang belum tahu karena masih pengajuan. Sekarang tower B lagi dicat, tapi enggak tahu tower A juga dicat atau enggak," tuturnya.

Mari (50), penghuni Rusunawa lainnya mengatakan kondisi Tower A paling mengenaskan bila dibanding Tower B dan C karena lebih banyak dijamah orang.

Namun perbaikan ternayar di Tower A justru dilakukan di lantai 4 yang sampai sekarang tak dihuni satu orang pun sehingga kondisinya nampak seperti gudang.

"Tahun lalu lantai 4 dicat, tapi lantai 1, 2, dan 3 nya enggak dicat. Padahal Tower A ini yang paling kusam catnya, karena waktu awal dibuka untuk umum ya warga tinggalnya di tower A," ucap Mari.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved