Tak Ada Transportasi Umum, Anak Penghuni Rusunawa Depok Kesulitan Pergi ke Sekolah

Anak penghuni Rusunawa yang biasanya kerap berjalan kaki menuju sekolah ikut merasa kesulitan, terlibih saat musim hujan melanda seperti sekarang.

Tak Ada Transportasi Umum, Anak Penghuni Rusunawa Depok Kesulitan Pergi ke Sekolah
TribunJakarta.com/Bima Putra
Rusunawa Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, TAPOS - Ketiadaan akses transportasi umum bagi penghuni Rusun Sederhana Sewa (Rusunawa) Depok tak hanya menyulitkan warga saat berpergian dan sepinya peminat hunian yang harga sewa termahalnya Rp 250 ribu per bulan.

Anak penghuni Rusunawa yang biasanya kerap berjalan kaki menuju sekolah ikut merasa kesulitan, terlibih saat musim hujan melanda seperti sekarang.

Watiningsih (44), satu penghuni Rusunawa Depok mengatakan sejumlah anak yang berjalan kaki menuju sekolah terpaksa tak bersekolah bila hujan deras mengguyur sejak pagi.

"Kalau yang diantar orangtuanya ataupun naik ojek online masih mendingan. Tapi kalau yang sehari-harinya jalan kaki ke sekolah itu repot banget pas musim hujan seperti ini. Kalau hujan dari pagi bisa enggak sekolah," kata Watiningsih di Tapos, Depok, Jumat (22/2/2019).

Menurutnya, sejumlah orangtua terpaksa membiarkan anaknya bolos sekolah karena tak ingin buah hatinya sakit akibat berjalan kaki di bawah guyuran hujan deras.

Jarak TK dan SD terdekat dari Rusunawa sekira 1 kilometer, SMP sekira 3 kilometer membuat berjalan kaki saat hujan terasa sulit sehingga orangtua membiarkan anaknya tak bersekolah.

Korban Tewas Kebakaran di Pejagalan Dikenal Ramah

"PAUD sama TK itu jaraknya sekitar 1 kilometer, SD juga 1 kilometer. Kalau SMP terdekat sekitar 3 kilometer, kalau jalan hujan-hujanan kan kasihan. Kalau ada angkot ya enggak apa," ujarnya.

Mari (50), satu penghuni Rusunawa Depok lainnya menyebut ketiadaan akses transportasi jauh lebih buruk saat ojek online belum menjamur seperti sekarang.

Sebelum tahun 2014, penghuni Rusunawa yang tak memiliki sepeda motor harus berjalan sejauh beberapa ratus meter ke pangkalan ojek agar dapat berpergian.

"Sekarang sudah mendingan karena ada ojek online. Jadi antar-jemput anak bisa pakai ojek, kalau dulu mah susah. Makannya Rusunawa ini enggak banyak peminat," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved