Tuntut Uang Kompensasi, Warga Burangkeng Ancam Tutup TPA

Aep menambahkan, selama ini, warga Desa Burangkeng merasa tidak pernah ada perhatian lebih dari pemerintah daerah

Tuntut Uang Kompensasi, Warga Burangkeng Ancam Tutup TPA
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kondisi TPA Burangkeng milik Pemkab Bekasi di Kecamatan Setu 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, SETU - Warga Desa Burangkeng, Kecamatan Setua, Kabupaten Bekasi terus mendesak Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk mengabulkan permintaan warga yang tingga berdampingan dengan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng.

Terbaru, warg bersama Pemerintah Desa Burangkeng menggelar pertemuan guna membahas aspirasi dan keinginan warga.

Adapun dari hasil pertemuan yang berlangsung pada, Senin, 18 Februari 2019 lalu, terbentuklah Tim 17 yang terdiri dari dari unsur warga, pemerintah desa, Karang Taruna dan tokoh masyarakat.

Melalui tim tersebut, aspirasi warga nantinya akan ditampung dan diperjuangkan secara kolektif. Aep, warga Kampung Jati, Desa Burangkeng yang ikut dalam pertemuan tersebut mengungkapkan, sejumlah aspirasi yang diharapkan dapat dipenuhi pemetintah yakni adanya uang kompensasi bau untuk warga.

"Keluhan sebenernya banyak, itu salah satunya pengen ada kompensasi, lalu juga fasilitas kesehatan, dan saluran air," kata Aep kepada TribunJakarta.com, Jumat, (22/2/2019).

Aep menambahkan, selama ini, warga Desa Burangkeng merasa tidak pernah ada perhatian lebih dari pemerintah daerah. Padahal, wilayahnya selama ini jadi lokasi keberadaan TPA.

Diperiksa Satgas Antimafia Bola Selama 22 Jam, Joko Driyono Dicecar 40 Pertanyaan

"Kita pengen ada perhatian lebih, kita tinggal deket TPA ini kan kena dampak, bagaimana cara baiknya, karena tempatnya di sini ya tolong dipelihara," kata Aep.

Dia menegaskan, jika aspirasi hasil usulan musyawarah yang nantinya akan diperjuangkan dengan Tim 17 tidak dikabulkan, bukan tidak mungkin warga akan menggelar aksi penutupan TPA Burangkeng.

"Kalau emang itu (aspirasi) gak di iniin (kabulkan) mah aksi lagi, 14 hari kalau bisa ada kejelasan," tegas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved