Gelar Judi Hingga Dini Hari, Permukiman Warga di Kramat Jati Digerebek Polisi

Tim Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres Metro Jakarta Timur melakukan penggerebekan di Jalan Batu Ampar, RW 15, Kramat Jati , Jakarta Timur.

Gelar Judi Hingga Dini Hari, Permukiman Warga di Kramat Jati Digerebek Polisi
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah petugas kepolisian nampak melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang disinyalir kerap menggelar ajang perjudian, Minggu (24/2/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Tim Satuan Gerak Cepat (SGC) Rajawali Polres Metro Jakarta Timur melakukan penggerebekan di Jalan Batu Ampar, RW 15, Kramat Jati , Jakarta Timur.

Hal itu menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas sekelompok warga di lingkungannya.

Pasalnya, sekelompok warga di wilayah itu disinyalir kerap menggelar judi hingga dini hari.

Petugas yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak cepat menuju lokasi yang berada di dalam sebuah gang sempit tersebut.

Sejumlah petugas kepolisian nampak melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang disinyalir kerap menggelar ajang perjudian, Minggu (24/2/2019).
Sejumlah petugas kepolisian nampak melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang disinyalir kerap menggelar ajang perjudian, Minggu (24/2/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Namun, saat akan menggerebek tempat tersebut, petugas sempat terhalang portal jalan yang terkunci.

Alhasil sejumlah warga yang sedang asik bermain kartu remi dan gaple langsung berhamburan melarikan diri.

Tak ingin buruannya kabur begitu saja. Petugas pun terpaksa melompati pagar tersebut untuk menangkap para pelaku.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap warga sekitar yang disinyalir terlibat, petugas berhasil mengamankan dua orang pelaku.

Namun, berdasarkan hasil interogasi, sekelompok warga tersebut bermain kartu hanya sebatas hiburan semata.

"Enggak, kami enggak judi. Sudah lama sekali enggak main judi, tadi hanya main kartu saja biasa, kalau kalah dihukum telinganya di jepit pakai jepitan baju," ujar seorang warga.

Sejumlah petugas kepolisian nampak melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang disinyalir kerap menggelar ajang perjudian, Minggu (24/2/2019).
Sejumlah petugas kepolisian nampak melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi yang disinyalir kerap menggelar ajang perjudian, Minggu (24/2/2019). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Mendengar pengakuan kedua orang tersebut dan tidak ditemukan bukti-bukti yang memadai, petugas pun tak melakukan penahanan terhadap keduanya.

Petugas hanya mengimbau kepada mereka untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat meresahkan masyarakat sekitar.

Ditanya Soal Judi oleh Nia Ramadhani dan Jedar, Mak Vera: Mending Engga Usah Sama Sekali

Mak Vera Terdiam Saat Diberondong Pertanyaan Soal Judi, Nia Ramadhani: Pernah Kali Makanya Kapok

"Setelah mendapat aduan dari masyarakat, kami langsung sambangi lokasi tersebut di wilayah Kelurahan Batu Ampar," ucap Katim Rajawali Aiptu Maryono, Minggu (24/2/2019).

"Tapi setelah kami sambangi, kami tidak temukan dan kami hanya memberikan imbauan," tambahnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved