Sri Mulyani: Orang Terkaya Bukan Pengusaha Berlian, Tapi. . .

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, investasi data di masa kini sama seperti investasi di tambang.

Sri Mulyani: Orang Terkaya Bukan Pengusaha Berlian, Tapi. . .
tribunnews.com
Menteri keuangan, Sri Mulyani 

TRIBUNJAKARTA.COM - Fenomena pergeseran model bisnis yang lebih berpusat pada pelanggan (customer centris) muncul pada era revolusi industri 4.0.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan dengan pergeseran model bisnis tersebut, keberadaan data menjadi sangat penting untuk membaca perilaku pelanggan karena hampir semua transaksi tercatat secara elektronik.

"Sekarang ini, data menjadi sangat penting, karena ini yang dulu kita ingin tahu siapa yang kita layani biasanya perlu menggunakan survei. Kalau semua transaksi bisa gunakan elektronik, semua transaksi digital pilihan itu tercapture oleh teknologi," ujar Sri Mulyani ketika memberikan paparan di acara Peluncuran Data Sampel BPJK Kesehatan di Jakarta, Senin (25/2).

"Sehingga data realtime tahu persis berapa jumlah penjualan pajak hari Minggu. Saya bisa tahu dia beli martabak manis atau asin, saya tahu persis orang sekarang beli baju tren seperti apa, you don't have to survey," ujar dia.

Uang Jatah Pengamanan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf Diserahkan di Warung Kopi, Ini Pengakuan Saksi

RSUD Kota Tangerang Kebakaran, Puluhan Pasien Ngungsi

Akui Ikut Bahagia dengar Kabar Syahrini Segera Menikah, Desainer Hengki: Senang Banget, Finally

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, investasi data di masa kini sama seperti investasi di tambang.

Pada era reformasi industri 4.0, pelaku bisnis akan dianggap kaya ketika memiliki sumber data yang besar.

Menurut Ani, perusahaan-perusahaan unicorn dalam negeri seperti Bukalapak, Tokopedia, atau pun Traveloka menjadi sumber tambang yang memiliki nilai sangat tinggi.

"Kalau dulu tambang itu emas, batu bara, atau tambang berlian, namun sekarang orang bicara manusia terkaya itu not natural resoruces, tapi mengenai data dan teknologi," ujar Ani.

Pembicaraan mengenai Unicorn yang muncul pada debat kedua capres pada Minggu (17/2) silam, masih menyisakan kesan bagi para pengusaha.

Bahkan para pengusaha tertawa geli saat mendengar sebutan bagi perusahaan rintisan (Start-up) yang bernilai 1 miliar dolar AS itu.

Halaman
123
Editor: Kurniawati Hasjanah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved