Nekat Bunuh Diri, Zaelani Tak Pernah Cerita Butuh Biaya Buat Operasi Istri
Semasa hidup, keluarga mengenal sosok Ahmad Zaelani (30) sebagai pribadi yang tertutup dan pendiam.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Semasa hidup, keluarga mengenal sosok Ahmad Zaelani (30) sebagai pribadi yang tertutup dan pendiam.
Untuk itu, keluarga besarnya tak menyangka pria yang berprofesi sebagai buruh di daerah Cileungsi ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
"Keluarga besar kaget banget, dia enggak pernah cerita kalau punya masalah. Memang orangnya pendiam sih," ucap Iwan, anggota keluarga korban, Rabu (27/2/2019).
Padahal, beberapa hari lalu, tepatnya pada Minggu (24/2/2019) kemarin, Iwan masih bertemu dengan Kojel, sapaan akrab Ahmad Zaelani.
"Baru hari Minggu kemarin ketemu, dia juga enggak cerita apa-apa, malah dia sibuk main ponsel saja," ujarnya saat ditemui wartawan, Rabu (27/2/2019).
Iwan pun mengaku baru menyetahui permasalahan yang dihadapi oleh Kojel setelah ia nekat mengakhiri hidupnya.
"Jadi istrinya itu hamil muda, sudah empat bulan. Lalu ada permasalahan kandungan sehingga istrinya itu butuh biaya operasi untuk mengobati penyakitnya itu," kata Iwan.
"Mungkin karena masalah itu dan tekanan dari luar, dia jadi nekat gitu," tambahnya menjelaskan.
Sementara itu, Rio (33), teman Kojel menuturkan, sangat kaget mendengar kabar yang menimpa rekannya itu.
Pasalnya, korban selama ini tidak pernah bercerita soal permasalahan ekonomi yang sedang menjeratnya.
Namun, ia menceritakan, beberapa minggu belakangan ini, korban sempat mengatakan keinginanya untuk menjual motor kesayangannya.
"Belum lama ini dia cerita katanya mau jual motor ninjanya. Tapi dia enggak kasih tahu kalau lagi butuh uang untuk operasi istri," kata Rio.
"Padahal itu motor kesayangannya," tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga Cipayung digegerkan dengan penemuan sesosok jasad pria yang ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah warung nasi.