Menakar Peluang Generasi Muda Pada Industri Hulu Migas

Di perusahaan migas sendiri, ada sebanyak 20-40 persen karyawan yang berlatar belakang non-teknik perminyakan

Menakar Peluang Generasi Muda Pada Industri Hulu Migas
Istimewa
Diskusi 'Ngobrol Bareng: Peluang Generasi Muda Pada Industri Hulu Migas' 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bertempat di Kolega x Markplus, Kuningan, Jakarta, Indonesian Petroleum Association (IPA) dan Dyandra Promosindo mengadakan acara “Ngobrol Bareng: Peluang Generasi Muda Pada Industri Hulu Migas”, Kamis (28/2/2019).

Acara diskusi bersama bertujuan memberikan gambaran kepada generasi muda perihal industri hulu migas bagi perekonomian nasional dan peluang generasi muda untuk terlibat dalam industri, sekalipun bukan berlatar belakang pendidikan teknik perminyakan maupun teknik lainnya.

Hadir sebagai pembicara pada acara ini, IPA Board Director, Tenny Wibowo, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu P. Taher, dan CEO Big Java, Ruli Harjowidianto.

Tenny Wibowo, yang juga merupakan Presiden Direktur Ophir Energy ini memamparkan mengenai gambaran industri hulu migas nasional dan peranan industri hulu migas bagi perekonomian nasional. Menurut Tenny, industri migas menimbulkan efek berganda (multiplier effect) bagi sektor lainnya, seperti information technology, transportasi, kuliner, perhotelan, dan sebagainya. Industri ini juga menciptakan lapangan kerja bagi lulusan non-teknik perminyakan.

Di perusahaan migas sendiri, ada sebanyak 20-40 persen karyawan yang berlatar belakang non-teknik perminyakan. “Banyak sekali kesempatan SDM di industri migas. Kita membutuhkan karyawan untuk HRD, legal, dan itu banyak berlatar belakang non-teknik,” ujarnya.

Seperti diketahui bersama, industri migas memiliki efek berganda (multiplier effect) yang cukup besar bagi industri-industri lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan studi yang dilakukan SKK Migas dan Universitas Indonesia pada 2015, diketahui bahwa setiap investasi sebesar Rp 1 Miliar pada sektor hulu migas akan berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja sebanyak 100 orang dan peningkatan PDB sebesar Rp 700 Juta.

Sementara Wisnu Taher memamparkan tentang proses kerja pada industri hulu migas, mulai dari masa eksplorasi hingga eksploitasi, serta penjelasan mengenai regulasi dan kebijakan Pemerintah yang terkait pada industri migas. SKK Migas merupakan regulator untuk kegiatan usaha hulu migas di Indonesia.

Pada kesempatan kali ini, Wisnu menjelaskan bahwa masih ada 1.000 lapangan potensi migas yang bisa dikembangkan dan membuka lapangan kerja. Saat ini juga ada tranformasi di industri migas untuk mempertahankan dan menunjang ketahanan energi nasional hingga ke depan.

Terakhir, Ruli Hajowidianto dari Bigjava memaparkan tentang big data yang dapat menunjang kerja industri hulu migas di Indonesia. Big data merupakan kumpulan data yang begitu besar dan kompleks. Bagi industri migas, data merupakan hal yang sangat penting dalam proses kerja baik pada masa eksplorasi, produksi, bahkan hingga pascaproduksi.

Telkomsel Janji Teruskan Keluhan Pedagang ke BRTI Soal Penghangusan Nomor Terregistrasi

Big data sangat diperlukan untuk menunjang berjalannya proses bisnis lebih efektif dan efisien dan termasuk dalam pengambilan kebijakan. Sejumlah perusahaan migas multinasional seperti Total, British Petroleum (BP), dan Chevron diketahui telah mengadopsi penggunaan teknologi digital dalam mendukung kegiatan operasionalnya.

“Big data dapat menghemat biaya karena bisa digunakan mulai dari eksplorasi hingga pasca produksi dengan tingkat akurasi yang tinggi. Data diambil dan dianalisis alogaritmanya untuk menentukan langkah ke depannya. Diharapkan ke depan akan ada data mengenai sumur, data eksplorasi, dan sebagainya untuk mempermudah analisis,” papar Ruli.

Acara Ngobrol Bareng merupakan bagian dari rangkaian acara pre-event Pameran dan Konvensi IPA ke-43 yang akan diselenggarakan pada 4–6 September 2019, di Jakarta Convention Center.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved