Jagakarsa Masih Jadi Kecamatan Tertinggi Kasus DBD se-Jakarta Selatan
Isnawa kemudian mengatakan dalam penanganan sarang nyamuk jangan menitikberatkan pada wilayah perumahan saja.
Penulis: Satrio Sarwo Trengginas | Editor: Erlina Fury Santika
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas
TRIBUNJAKARTA.COM, JAGAKARSA - Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Isnawa Adji mengatakan wilayah Kecamatan Jagakarsa masih menorehkan angka tertinggi kasus nyamuk demam berdarah dengue ( DBD) se-Jakarta Selatan.
Hal itu ia sampaikan saat menyisir permukiman di wilayah Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan bersama para juru pemantau jentik ( jumantik).
"Di Jakarta Selatan yang masih tertinggi itu di Jagakarsa di bulan Februari. Untuk Kelurahan tertinggi di Srengseng Sawah," bebernya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (1/3/2019) di Kelurahan Tanjung Barat.
Isnawa kemudian mengatakan dalam penanganan sarang nyamuk jangan menitikberatkan pada wilayah perumahan saja.
"Terkadang kita fokus ke rumah-rumah atau ke sekolah. Tetapi mungkin ada pekarangan-pekarangan yang memang tak terpantau oleh kita itu harus jadi perhatian juga," lanjutnya.
Ia juga menekankan pemeriksaan jumantik tidak hanya berlangsung pada hari Jumat namun hari-hari lainnya di wilayah yang memiliki kasus dbd tertinggi.
• Pemkot Jakarta Selatan Bersyukur Turun Satu Peringkat Kasus DBD Tertinggi di DKI
• Tak Ada Pasien DBD Meninggal, Wakil Wali Kota Puji Pelayanan RSUD Depok
Saat pemeriksaan perdananya di wilayah Jakarta Selatan, Isnawa menemukan 1 jentik nyamuk di rumah warga.
"Tadi kita cek di sejumlah lokasi di wilayah Tanjung Barat, kita temukan satu jentik nyamuk," tandasnya.
Berikut rincian data kasus dbd per-kelurahan di Kecamatan Jagakarsa yang dihimpun TribunJakarta.com dari Walikota Jakarta Selatan, mulai 1-26 Februari 2019 pukul 13.00 WIB.
1. Kelurahan Tanjung Barat: 6 kasus dbd.
2. Kelurahan Lenteng Agung: 5 kasus dbd.
3. Kelurahan Jagakarsa: 9 kasus dbd.
4. Kelurahan Srengseng Sawah: 13 kasus dbd.
5. Kelurahan Cipedak: 5 kasus dbd.
6. Kelurahan Ciganjur: 9 kasus dbd.