Jokowi Sebut Indonesia Telah Punya Tol Langit, Maruf Amin Bilang Luar Biasa, Ini Arti Sebenarnya

Presiden kini mengeluarkan pernyataan mengenai tol langit. Jangan lagi berpikir seperti beberapa tahun lalu membayangkan ada jalan beraspal di angkasa

Jokowi Sebut Indonesia Telah Punya Tol Langit, Maruf Amin Bilang Luar Biasa, Ini Arti Sebenarnya
Tol langit menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia, yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara(Dok. Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin) 

TRIBUNJAKARTA.COM- Presiden Joko Widodo pernah membuat banyak warga bingung karena mengeluarkan istilah tol laut.

Banyak berpikiran, tol laut yang dimaksud sama dengan jalan tol di darat. Jadi ada jalan tol di atas laut. Faktanya bukan itu.

Presiden kini kemudian mengeluarkan pernyataan mengenai tol langit. Jangan lagi berpikir seperti beberapa tahun lalu membayangkan ada jalan beraspal di awang-awang.

1. Sambungan bebas hambatan

Istilah tol langit dipakai Presiden Jokowi untuk menggambarkan sambungan bebas hambatan bagi sinyal internet di langit Indonesia, yang akan menghubungkan seluruh wilayah di bumi Nusantara.

"Yang luar biasa lagi kita sudah memiliki investasi infrastruktur yang hebat. Tidak saja tol darat, tol laut, tol udara, tetapi saya sebutnya juga tol langit. Yaitu namanya yang kami gunakan untuk digital," ujar Calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin, seperti di muat Kompas.com Minggu (24/3/2019).

Selama ini, jaringan internet hanya menyambungkan sebagian wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota yang banyak penduduknya.

Wilayah terpencil di kota-kota terluar di Indonesia yang jarang penduduk, masih "fakir sinyal" bahkan tanpa sinyal sama sekali atau blank-spot.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berpidato di acara pembagian sertifikat tanah wakaf di masjid Bani Umar, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (22/2/2019).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ketika berpidato di acara pembagian sertifikat tanah wakaf di masjid Bani Umar, Parigi Baru, Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (22/2/2019). (TribunJakarta/Jaisy Rahman Tohir)

Operator telekomunikasi swasta enggan masuk ke sana, lantaran tidak ekonomis.

Potensi pemasukkannya tidak sebanding dengan ongkos investasi yang mahal.

Halaman
123
Penulis: erik sinaga
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved