Rusak Parah, Jalan Raya Bekasi di Kecamatan Cakung Berbahaya untuk Pengguna Jalan

Pantauan TribunJakarta.com, sejak gedung Master Steel hingga Grand Cakung jalan rusak dan berdebu terhampar di sepanjang jalan.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Kondisi Jalan Raya Bekasi yang rusak, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Bekasi harus berhati-hati karena jalan yang termasuk wilayah Kecamatan Cakung dan Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

Selain menyempit karena pembangunan proyek ruas tol dalam kota, banyaknya kendaraan berat yang melintas berdampak pada rusaknya jalan hingga berkilo-kilometer.

Pantauan TribunJakarta.com, sejak gedung Master Steel hingga Grand Cakung jalan rusak dan berdebu terhampar di sepanjang jalan.

"Kalau rusak sudah lumayan lama, ada beberapa bulan lah. Rusaknya bertahap, sekarang jadi bahaya. Harus hati-hati kalau lewat sini, lubangnya besar-besar," kata Rendi (35), satu pengendara ojek online yang kerap melintas, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/3/2019).

Tak hanya rusak dan berdebu, pengguna jalan harus menurunkan laju kendaraan hingga sekitar 10 kilometer per jam akibat macet parah.

Kondisi Jalan Raya Bekasi yang rusak, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/3/2019).
Kondisi Jalan Raya Bekasi yang rusak, Cakung, Jakarta Timur, Senin (4/3/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

Di tepi jalan, lubang dengan rata-rata kedalaman sekira 30 sentimeter tertutup genangan air hingga tak terlihat pengendara yang melintas.

"Kalau hujan deras lebih bahaya, karena lubangnya ketutup air. Ini yang sebelah kiri jalannya saja tertutup air. Ini lubangnya semakin tambah banyak semakin lama," ujarnya.

Hendro (27), pengendara ojek online yang kerap melintas juga mengeluhkan kondisi jalan karena membahayakan pengendara sepeda motor yang melintas.

Menurutnya, sejumlah pengendara motor nyaris terperosok akibat banyak dan dalamnya lubang serta harus berhadapan dengan kendaraan-kendaraan berat.

"Saya saja yang sering lewat sini beberapa kali nyaris jatuh. Lubangnya banyak, jadi susah ingat posisi lubang. Apalagi orang yang baru lewat sini, pasti hati-hati banget. Banyak truk besar juga yang lewat," kata Hendro.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved