Pemilu 2019

2.858 Penyandang Disabilitas di Jakarta Timur Ikuti Pemilu 2019

Untuk tunagrahita, Wage menjelaskan jumlah yang tercatat tersebut merupakan jumlah keseluruhan atau tidak ditetapkan berdasarkan rekomendasi medis.

2.858 Penyandang Disabilitas di Jakarta Timur Ikuti Pemilu 2019
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONSIUS ARYA BIMA SUCI
Ilustrasi pemungutan suara 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jakarta Timur menetapkan 2.858 penyandang disabilitas warga Jakarta Timur sebagai pemilih di Pemilu 2019 yang digelar 17 April nanti.

Ketua KPU Jakarta Timur Wage Wardana mengatakan jumlah tersebut tercatat hingga Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) ditetapkan pertengahan Februari 2019 lalu, yakni 7.861 pemilih.

"Ada 2.858 penyandang disabilitas yang terdaftar. Rinciannya 504 tunadaksa, 258 tunanetra, 295 tunarungu atau tunawicara, 1.434 tunagrahita, dan 458 disabilitas lainnya," kata Wage saat dihubungi wartawan di Jatinegara, Jakarta Timur, Kamis (7/3/2019).

Untuk tunagrahita, Wage menjelaskan jumlah yang tercatat tersebut merupakan jumlah keseluruhan atau tidak ditetapkan berdasarkan rekomendasi medis.

Namun, bila menjelang hari pencoblosan didapati ada penyandang tuna grahita yang yang membutuhkan rekomendasi medis, KPU Jakarta Timur siap memfasilitasi.

Jadwal Terbaru Keberangkatan Timnas Indonesia ke Australia

"Kita data semua, cuman kalau menjelang hari H ada yang butuh rekomendasi dokter nanti kita minta surat rekomendasi dokter. Selama sesuai persyaratan kita akomodir," ujarnya.

Guna membantu sosialisasi program dan kegiatan Pemilu, KPU Jakarta Timur merekrut 5 penyandang disabilitas, yakni 2 tunanetra dan 3 tunadaksa sebagai relawan demokrasi.

Sosialisasi kepada penyandang disabilitas dilakukan KPU Jakarta Timur dengan cara mengunjungi panti-panti, berbagai organisasi, dan tempat tinggal penyandang disabilitas.

"Sosialisasi dilakukan di tempat-tempat penyandang disabilitas terkoloni. Jadi kita mendatangi mereka, untuk kendala sosialisasi sendiri sejauh ini enggak ada. Sampai sekarang kita sudah lakukan sekitar 10 kali kegiatan sosialisasi ke penyandang disabilitas," tuturnya.

Meski KPU Jakarta Timur tak memiliki data pasti tingkat partisipasi penyandang disabilitas pada Pemilu 2014 lalu, Wage menuturkan tingkat partisipasi penyandang disabilitas termasuk tinggi.

Merujuk pada Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2014 lalu, tingkat partisipasi pemilih penyandang disabilitas berada di kisaran 75 persen.

"Kalau Pemilu 2014 kemarin kami tidak merilis data pasti karena waktu itu belum teridentifikasi semua, baru Pilgub kemarin mulai terdata. Untuk Pilgub tingkat partisipasi penyandang disabilitas kisaran 75 persen," kata Wage. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved