Anies Tegaskan Penjualan Saham Pemprov DKI di Perusahaan Bir Lebih Bermanfaat Bagi Warga Jakarta

Anies merasa bahwa hasil penjualan 26,25 persen saham di perusahaan produsen bir tersebut, jauh lebih besar dan bermanfaat untuk pembangunan Ibu kota

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Muhammad Zulfikar
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan 97 gedung bangunan sekolah sekaligus, di SDN 01 Pondok Labu, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019) 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, PONDOK LABU - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menanggapi rencana Persatuan Alumni (PA) 212 yang ingin menggelar aksi mengepung gedung DPRD DKI Jakarta terkait rencana pelepasan 26,25 persen saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta TBK.

Anies menyebut, bahwa rencana tersebut memang untuk mereview para anggota legislatif, lantaran telah menolak Pemprov DKI untuk segera menjual saham yang dimiliki di perusahaan produsen bir tersebut.

Padahal, rencana itu dikatakan Anies untuk mensejahterakan masyarakat di Ibu Kota.

"Sudah disampaikan, ya kita laporkan kepada masyarakat saja karena ini bagian dari janji kami. Apalagi bulan depan adalah Pileg, silahkan ditanyain aja para caleg itu, anda mau milih Rp 1,2 Triliun mau dipakai untuk memajukan dunia peralkoholan, atau mau dipakai untuk memajukan air bersih untuk rakyat?" kata Anies Baswedan di kawasan Pondok Labu, Jakarta Selatan Jumat (8/3/2019).

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, sebelumnya telah menolak rencana Anies untuk melepaskan saham tersebut.

Sebab, menurut Prasetyo PT Delta Djakarta tak membawa kerugian bagi pemprov, melainkan malah menyumbang deviden bagi keuangan daerah Ibu kota.

Prasetyo pun enggan menanggapi surat permohonan persetujuan yang dikirimkan Anies sejak bulan Mei 2018 lalu.

"Gini aja, sederhana. Saya sampaikan bahwa bulan Mei yang lalu, kami sudah sampaikan ke dewan bahwa DKI memiliki dana kurang lebih Rp 1,2 triliun yang diparkir di perusahaan bir. Nah kami memandang dana itu lebih bermanfaat bila digunakan untuk pembangunan sekolah seperti ini. Nah kita sudah ajukan kemudian ketua dewan menyampaikan belum diproses," kata Anies.

Anies merasa bahwa hasil penjualan 26,25 persen saham di perusahaan produsen bir tersebut, jauh lebih besar dan bermanfaat untuk pembangunan Ibu kota ketimbang dengan deviden yang dihasilkan PT. Delta Djakarta setiap tahunnya.

Menurut Anies, deviden yang dihasilkan dari perusahaan tersebut tidak seberapa.

Masyarakat Harap Halte Dekat Stasiun Kalibata Segera Diperbaiki

Memasuki Bulan Rajab, Ini Doa dan Salawat Khusus Lengkap dengan Terjemahannya

Ia pun menyebut membutuhkan waktu sekitar 40 tahun untuk menghasilkan deviden sebesar angka penjualan saham tersebut.

"Deviden dari pajak atau saham ini pertahun itu rata-rata Rp 38 Miliar. Itu equifalen dengan pajak yang dibayarkan tempat hiburan alexis, kira-kira Rp 36 miliar. Jadi Alexis ditutup gak terasa tuh di Jakarta, sekarang kalau ditutup maka kita dapat uang Rp 1,2 triliun, jika kita menunggu dari deviden untuk sampe angka Rp 1,2 Triliun itu, perlu waktu sampai 40 tahun," ujar Anies.

"Jadi argumen saya itu saya udah sampaikan Mei yang lalu. Kita harap dewan akan menyetujui, dan dewan pertanggungjawabkan pada rakyat, karena mereka adalah wakil rakyat. saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih, bukan air beralkohol, itu kebutuhan Jakarta hari ini," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved