Bermula dari Chatting di Facebook, Pemuda di Bekasi Bacok Teman Lamanya Hingga Tewas

Chatting yang mulanya saling ejek itu berubah menjadi saling tantang berkelahi, pelaku sempat menelpon vidoe korban untuk bertemu di tempat kejadian.

Bermula dari Chatting di Facebook, Pemuda di Bekasi Bacok Teman Lamanya Hingga Tewas
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Rian Alias Ambon (26), Pelaku pembacokan yang terjadi di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Kamis, 7 Maret 2019 dini hari. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Aksi sadis dilakukan pemuda bernama Rian alias Ambon (26), saling chatting dan video call dengan teman lamanya bernama Heri Hermawan (23), justru berujung keributan dan pembacokan hingga tewas.

Wakil Kepala Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana dalam konferensi persnya menjelaskan, kejadian pembacokan terjadi di Jalan Raya Alternatif Cibubur, Jatisampurna, Kota Bekasi, pada, Kamis, 7 Maret 2019 kemarin, sekitar pukul 02.00 WIB.

"Kejadian berawal dari saling chatting di media sosial facebook, antara rekan pelaku bernama Deski dengan korban, lalu pelaku Ambon melihat percakapan itu dan emosi, jadi antara pelaku dan korban ini saling kenal, teman lama," kata Eka di Mapolres Metro Bekasi Kota, Jumat, (8/3/2019).

Chatting yang mulanya saling ejek itu berubah menjadi saling tantang berkelahi, pelaku sempat menelpon vidoe korban untuk bertemu di tempat kejadian perkara (TKP).

VIDEO Santap Bakso Mie Ayam 3 Putra Cuma Rp5 ribu Setiap Hari Jumat

"Rekan pelaku bernama Deski tidak ikut, pelaku justru mengajak rekan lainnya bernama Toha, pelaku saat itu tidak menyiapkan senjata tajam, justru korbannya yang lebih dulu menyiapkan senjata tajam yang disimpan di balik pakaiannya," jelas Eka.

Ketika bertemu di TKP, korban datang tidak sendiri, dia juga mengajak sejumlah rekannya. Adu mulut sempat terjadi hingga puncaknya, korban langsung mengeluarkan celurit yang telah disiapkan.

Pelaku dan rekannya Toha sempat kabur mengendarai sepeda motor ke rumahmya di Jatisampurna untuk mengambil sebilah celurit. Setelah itu, keduanya balik lagi ke TKP.

"Saat balik lagi tanpa basa-basi pelaku langsung mengayunkan celurit dan mengenai dada korban, korban langsung terjatuh sedanhkan pelaku kabur," papar Eka.

Korban yang terkapar dengan luka parah langsung dibawa teman-temannya ke Rumah Sakit Permata Cibubur. Karena kehabisan banyak darah, korban akhirnya meninggal dunia dan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk diotopsi.

Teman-teman korban lantas melaporkan kejadian itu ke Polsek Pondok Gede, polisi yang kemudian melakukan pemeriksaan ke TKP dan sejumlah rekan korban. Delapan jam setelah itu, pelaku akhirnya dapat ditangkap dikediamannya.

Keluhan Ketua RT yang Warganya Cuma Mengandalkan PPSU Dalam Kebersihan Lingkungan di Rawa Buaya

"Satu pelaku bernama Toha masih kita buru, karena dia melarikan diri, sudah tidak ada ditempatnya," tutur Eka.

Dari hasil penangkapan, Polisi mengamankan barang bukti berupa dua bilah celurit serta pakaian korban yang berlumuran darah.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP subsider Pasal 354 Ayat 2 Subsider Pasal 351 Ayat 3 KUHP Tentang Tindak Pidana dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved