VIDEO Gamelan Kyai Intan, Koleksi Tertua Museum Wayang Berusia 149 Tahun

Ribuan koleksi tersimpan di dalam Museum Wayang yang terletak di kawasan Taman ‎Fatahillah, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra‎

TRIBUNJAKARTA.COM, TAMANSARI - Ribuan koleksi tersimpan di dalam Museum Wayang yang terletak di kawasan Taman ‎Fatahillah, Kota Tua, Tamansari, Jakarta Barat.

Pemandu‎ wisata di Museum Wayang, Ruslan, mengatakan total ada 6.373 koleksi yang ada di Museum Wayang.‎

Koleksi tersebut terdiri dari berbagai bentuk wayang, alat musik, hingga boneka tokoh baik dari dalam maupun luar negeri.

Lantas dari ribuan koleksi tersebut ‎manakah yang usianya paling tua?

Dikatakan ‎Ruslan, koleksi tertua yang ada di Museum Wayang yakni alat musik gamelan yang dinamakan Gamelan Kyai Intan.‎

Ruslan menjelaskan Gamelan ‎Kyai Intan ini merupakan buatan Ki Guno Kerti Wondo di Muntilan, Jawa Tengah atas prakarsa Babah Poli pada Tahun 1870.

Gamelan tersebut kemudian diberikan ke pengelola Museum Wayang dan menjadi koleksi di museum ini sejak Tahun 1975.

"Yang paling tua memang Gamelan Kyai ‎Intan yang dibuat pada tahun 1870," kata Ruslan kepada TribunJakarta.com, Sabtu (9/3/2019).

Perangkat Gamelan Kyai Intan diletakan di lantai II Museum Wayang.

Lokasinya tepat bersebelahan dengan akses menuju ke lantai I museum.

Sebuah pengumuman tertera di area tersebut bahwa para pengunjung dilarang memainkan gamelan tersebut.

Dari penjelasan yang ada di tempat tersebut, Gamelan Kyai Intan itu terdiri dari 18 instrumen, yakni gender barung, gender penerus, gender penembung, bonang barung, bonang penerus.

Kemudian selentem, demung, saron 1, saron 2‎, saron penerus, gambang, kenong, ketuk kampyang, gong, gendang gedhe, gendang ciblon, gendang ketipung dan siter.

Ruslan menyebut selain yang dipajang di area lantai II museum, masih ada beberapa perangkat la‎in dari Gamelan Kyai Intan yang tidak ditampilkan untuk umum.

Koleksi tersebut yakni wayang kulit Kyai Intan yang ‎sengaja disimpan di ruangan khusus di dalam Museum Wayang.

"Memang untuk wayang kulit Kyai Intan, tidak boleh dilihat sembarangan, khusus di hari-hari tertentu saja," ucapnya.

Nikmati Akhir Pekan dengan Melihat Ribuan Koleksi di Museum Wayang: Ini Harga Tiketnya

Prasasti Soe Hok Gie di Museum Taman Prasasti Jakarta Pusat

Lantaran menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah yang telah berusia puluhan hingga ratusan tahun, Ruslan mengakui ‎terkadang ada hal aneh yang terjadi.

Namun, menurutnya hal itu semua masih dalam kategori wajar.

"Kalau dibilang ada penunggunya ya memang ada ya apalagi kan ini barang-barang tua. Kayak semisal suka bunyi sendiri gitu, tapi enggak pernah sampai ada yang sampai mengganggu sih," kata Ruslan.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved