Bocah Terduga Korban Pencabulan di Kandang Kambing Masih Alami Trauma

Beratnya beban yang ditanggung RHP bahkan membuatnya enggan berbicara banyak dengan tim kuasa hukum yang menangani kasusnya.

Bocah Terduga Korban Pencabulan di Kandang Kambing Masih Alami Trauma
Istimewa
Ilustrasi kekerasan seksual 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - RHP (12), masih trauma karena jadi korban dugaan pencabulan oleh AA yang merupakan teman sebayanya di satu kandang kambing dekat rumah, Cakung, Jakarta Timur pada Rabu (2/1/2019) sekira pukul 15.00 WIB.

Meski dua bulan lebih berlalu, satu kuasa hukum keluarga RHP dari Gemah Ripah & Patners, Bagus Pranata mengatakan RHP sampai sekarang harus mendapat pendampingan psikologis.

"Korban sampai sekarang masih trauma. Memang secara fisik kondisinya baik, tapi kalau bertemu orang tertentu yang mengetahui kasusnya dia merasa malu. Belum lama ini juga habis konseling dengan psikolog," kata Bagus di Cakung, Jakarta Timur, Senin (11/3/2019).

Beratnya beban yang ditanggung RHP bahkan membuatnya enggan berbicara banyak dengan tim kuasa hukum yang menangani kasusnya.

Selama ini, Bagus menyebut tim kuasa hukum lebih banyak berbicara dengan ibunya ES (45), yang melaporkan kasus anaknya pada Jumat (4/1/2019) ke Unit PPA Polresta Jakarta Timur.

Beruntung bocah malang yang tercatat sebagai siswi kelas 6 SD itu tak memutuskan berhenti sekolah meski awalnya enggan memberitahu ibunya ES kalau dia dicabuli.

"Kalau kita datang ke rumahnya korban enggak mau menceritakan kasusnya ke kita. Kata ibunya RHP malu, jadi selama ini kita lebih banyak berbicara dengan ibunya. Sekarang kasusnya masih di polisi, lagi proses mediasi," ujarnya.

Warga Cemas Melintas di JPO Depan Gedung Galeri Nasional

Kabur 10 Bulan, Komplotan Rampok Diciduk Usai Bawa Kabur Rp 250 Juta di Pakuhaji

Satu kuasa hukum RHP lainnya, Syamsul Putra menyebut dalam waktu dekat ini kliennya bakal kembali menemui psikolog guna memulihkan trauma.

Perihal perkembangan laporan yang dibuat ES di Unit PPA Satreskrim Polresta Jakarta Timur dengan nomor 13/K/I/2019/Res JT, Syamsul mengatakan orangtua AA sudah bertemu ES.

Namun karena sama-sama melibatkan anak, mediasi berjalan yang difasilitasi Unit PPA Satreskrim Polresta Jakarta Timur belum menemui titik terang.

"Dalam waktu dekat ini korban harus menemui psikolog lagi, harus konsul karena masih trauma. Untuk mediasi antara pelapor (korban) dan terlapor (terduga pelaku) difasilitasi polisi," tutur Syamsul.

Sebagai informasi, kasus yang menimpa RHP terjadi usai dia pulang main basket dan bertemu AA lalu dipaksa ikut ke satu kandang kambing dekat rumah lalu dicabuli.

Perlawanan yang diberikan RHP saat dicabuli tak berhasil karena kalah tenaga, kasusnya terkuak saat AA menceritakan perbuatannya ke sejumlah teman lalu didengar warga.

"Ibu korban baru tahu kalau anaknya dicabuli dari tetangganya yang mendengar AA waktu ngobrol bersama sejumlah temannya. Jadi waktu itu anak-anak lagi ngobrol pas jajan," sambung Bagus. 

Penulis: Bima Putra
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved