Mengintip Ruang Hijau di Bantaran Kali Ciliwung: Warga Kini Tinggal Petik

"Modal awal Rp 4 juta untuk membeli bibit buah-buahan. Pertamanya juga hanya menanam cabai, semangka, dan melon saja," ujarnya.

Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Erik Sinaga
TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci
Ruang hijau di bantaran Sungai Ciliwung, Jalan Inspeksi Kenari, RT 15/04, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, SENEN - Warga RT 15/04, Kenari, Senen, Jakarta Pusat menyulap lahan kosong sepanjang 30 meter di bantaran Sungai Ciliwung Lama menjadi ruang hijau.

Menggunakan metode tanaman buah dalam pot (Tabulampot), beragam jenis tanaman tumbuh subur di kebun tersebut.

Seperti, buah anggur, belimbing, jambu biji, belewah, timun suri, hingga cabai ada di kebun yang terletak di Jalan Inspeksi Kenari itu.

TribunJakarta.com pun berkesempatan melihat kebun yang pertama kali dibuat pada 2013 lalu.

Dari Jalan Inspeksi Kenari, TribunJakarta.com harus terlebih dahulu menuruni anak tangga untuk menuju kebun yang berada di bantaran sungai.

Begitu tiba di lokasi kebun, suasa sejuk langsung terasa. Puluhan tanaman tampak tumbuh subur di pot-pot yang disusun rapi di kebun tersebut.

Sebuah saung lengkap dengan televisi dan beberapa tempat duduk juga terlihat berada di tengah kebun itu.

Adalah Muhammad Nuh, ketua RT 15/04 yang pertama kali menginisiasi pembuatan ruang hijau tersebut.

Nuh bercerita, awalnya sengaja membuat kebun tersebut agar masyarakat di lingkungannya tidak lagi membuang sampah ke bantaran sungai.

"Awalnya banyak warga yang suka buang sampah sembarangan ke kali. Kemudian saya ajak mereka membuat kebun agar bantaran kali enggak lagi jadi tempat pembuangan sampah," ucapnya, Senin (11/3/2019).

Ruang hijau di bantaran Sungai Ciliwung, Jalan Inspeksi Kenari, RT 15/04, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019)
Ruang hijau di bantaran Sungai Ciliwung, Jalan Inspeksi Kenari, RT 15/04, Kenari, Senen, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019) (TribunJakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

"Alhamdulillah disambut positif ya oleh warga," tambahnya.

Ia mengatakan, modal awal pembuatan ruang hijau tersebut berasal dari swadaya masyarakat.

"Modal awal Rp 4 juta untuk membeli bibit buah-buahan. Pertamanya juga hanya menanam cabai, semangka, dan melon saja," ujarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kebun tersebut semakin berkembang sehingga kini beragam tanaman buah tumbuh subur di lahan tersebut.

Tiba di Indonesia, Siti Aisyah: Habis sini Mau Ketemu Keluarga

Konser Solidaritas Ahmad Dhani Dibatalkan: Panita Rugi Ratusan Juta dan Teriakan Ganti Presiden

Antisipasi Banjir, Warga Pinggiran Kali Ciliwung Kemasi Baju dan Pindahkan Barang Elektronik

Sumber: Tribun Jakarta
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved