Pekerja MRT: Ini Jerih Payah Kita, Dari Nol

"Tantangannya kan gede. Kita kan ikut jerih payah juga, angkat-angkat besi segala macam. Dari nol,” kata Nandi

Pekerja MRT: Ini Jerih Payah Kita, Dari Nol
TribunJakarta/Annas Furqon Hakim
Pekerja Proyek MRT Muhammad Nandi (35) di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (11/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, LEBAK BULUS– Mimpi warga Jakarta untuk memiliki dan menikmati moda transportasi Mass Rapid Transit (MRT) segera terealisasi.

Besok, pada Selasa (12/3/2019), proyek yang dimulai sejak Oktober 2013 ini akan diujicobakan untuk pertama kalinya secara terbuka.

Sebanyak lebih dari 181 ribu orang pun sudah mendaftar untuk menjajal transportasi ini.

Bukan hanya warga Jakarta yang senang dengan kehadiran MRT. Para pekerja proyek pun merasakan hal serupa.

Muhammad Nandi (35), misalnya. Pria asal Cirebon ini mengaku ambil bagian sejak awal pengerjaan proyek MRT.

“Saya dari awal. Dari stadion, kolam renang, terminal masih ada. Sebagai orang kerja, saya senang. Tantangannya kan gede. Kita kan ikut jerih payah juga, angkat-angkat besi segala macam. Dari nol,” kata Nandi kepada TribunJakarta.com, Senin (11/3/2019).

“Ada yang ngajak dari kampung, katanya kerjaannya jangka panjang, makanya saya tertarik. Kan buat kasih makan anak-istri juga,” tambahnya.

Nandi pun menceritakan suka-dukanya selama bertugas sebagai pekerja proyek MRT. Ia mengaku jarang mendapat libur. Bahkan, ia pernah bekerja hingga pukul 03.00 dini hari.

“Itu kalau sudah diburu-buru. Tapi kalau lembur dihitungnya dua hari. Ya, namanya kerja begini setiap hari cuma bolak-balik bedeng-proyek,” ujarnya.

Stasiun MRT Lebak Bulus Jelang Uji Coba Besok, Pekerja: Tinggal Bersih-bersih

Jelang Beroperasi Maret 2019, Pihak MRT Akan Siapkan Lahan Drop Out

MRT Beroperasi Bulan Maret, Pemkot Jaksel Godok Persiapan Bangun Park and Ride

"Kita pengen hiburan repot juga. Habis kerja capek, istirahat, terus tidur. Kadang ke Ciputat ikut teman jalan-jalan. Pokoknya yang tidak makan biaya banyak. Kalau ada (uang) lebihan paling jalan ke Carrefour cari pakaian buat anak,” kata dia.

Setelah proyek MRT selesai, kini Nandi berharap masih mendapat panggilan bekerja di Jakarta. Kalau pun tidak, ia mengaku akan pulang ke Cirebon.

“Cari-cari informasi lagi di kampung,” tutur Nandi. 

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved