Pemilu 2019

Pekerja Pelipat Surat Suara Pemilu Dapat Upah Rp 75 per Lembar

300 pekerja pelipat suara memiliki honor yang dihitung sesuai pencapain surat suara yang berhasil dilipat.

Pekerja Pelipat Surat Suara Pemilu Dapat Upah Rp 75 per Lembar
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Petugas pelipat surat suara KPU Kota Bekasi, Senin (11/3/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bekasi mulai hari ini melakukan proses pelipatan surat suara Pemilu 2019. Proses pelipatan dilakukan di gudang penyimpanan surat suara di GOR Voli, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Senin, (11/3/2019).

Ketua KPU Kota Bekasi, Nurul Sumarheni, mengatakan, 300 pekerja pelipat suara memiliki honor yang dihitung sesuai pencapain surat suara yang berhasil dilipat.

"Untuk surat suara Pileg (pemilihan legislatif) Rp 80 per lembar, terus suarat suara Pilpres Rp 70, tapi itu masih di potong pajak, jadi nanti kalau sudah dipotong mereka dapat, Pileg Rp 75 dan yang Pilpres Rp 65 per lembar, mereka dapat makan setiap hari," kata Nurul saat dikonfirmasi TribunJakarta.com.

Nurul menjelaskan, 300 pekerja pelipat suara memiliki jam kerja mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB. Proses pelipatan suara ini ditargetkan berlangsung hingga 30 Maret 2019 mendatang.

"Kalau target lima jenis surat suara kita smapai 30 Maret 2019, tapi untuk saat ini logistik surat suara kita baru terima tiga jenis surat suara untuk Pileg DPRD Kota Bekasi, DPRD Provinsi Jawa Barat dapil VIII, dan DPR-RI dapil VI," ungkap Nurul.

KPU Kota Bekasi sampai saat ini belum dapat memastikan kapan logistik surat suara untuk DPD-RI dan Pilpres dapat dikirim. Namun dia berharap, pengiriman logistik dapat segera dituntaskan melihat, semakin dekatnya waktu pencoblosan.

Hendak Cari Biawak di Atas Atap Rumah, Petugas Damkar Justru Temukan Sarang Lebah Madu

Intip Profil Wijaya Saputra, Sosok yang Diduga Rangkul Gisella Anastasia dalam Foto Viral di Medsos

Bocah Terduga Korban Pencabulan di Kandang Kambing Masih Alami Trauma

"Kalau untuk DPD kita dapat info dikirim tanggal 19 maret, kalau untuk pilpres kita belum tahu, tapi dijadwal awal surat suara Pilpres itu dikirim tanggal 30 maret, tapi kita minta dipercepat karena kalau tanggal segitu terlalu mepet," paparnya.

Selain melipat surat suara, pekerja juga harus melakukan penyortiran, dimana surat suara yang rusak atau tidak layak harus dipisahkan.

"Pekerjaan mereka pertama harus sortir dulu, untuk melihat apakah ada yang rusak, misal sobek atau ada noda tinta, kemudian juga misalnya warnanya pudar itu masuk kategori surat suara yang rusak nah itu nanti dipisahkan," ungkapnya.

Nurul menjelaskan, untuk satu orang pekerja, pihaknya menargetkan dapat melipat sebanyak 1000 surat suara per har. Tapi jika target itu tidak tercapai, KPU Kota Bekasi berencana akan merekrut kembali pekerja pelipat surat suara.

"Karena surat suara untuk DPR ini besar ya mereka harus melakukan lima kali lipatan, untuk satu lembar kurang dari satu menitlah," papar Nurul.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved