Polemik Ratna Sarumpaet

JPU Minta Hakim Tolak Seluruh Eksepsi Ratna Sarumpaet

Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim menolak seluruhnya nota keberatan yang diajukan penasihat hukum terdakwa

JPU Minta Hakim Tolak Seluruh Eksepsi Ratna Sarumpaet
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet ketika hendak memasuki ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, PASAR MINGGU - Jaksa Penuntut Umum (JPU) meminta Majelis Hakim menolak seluruhnya nota keberatan yang diajukan penasihat hukum terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (12/3/2019).

"Kami meminta Majelis Hakim menolak nota keberatan penasihat hukum terdakwa," kata JPU Daru Tri Sadono saat persidangan.

Pada sidang sebelumnya, 6 Maret lalu, penasihat hukum Ratna, Desmihardi, menilai dakwaan terhadap kliennya keliru.

Ia merasa penerapan pasal 14 ayat 1 UU No 1 tahun 1946 tidak tepat dikenakan kepada Ratna.

Menurut Desmihardi, pasal itu masuk dalam delik materil, dan yang diperhatikan dalam hukum tersebut adalah akibat yang terjadi dari suatu perbuatan, yakni keonaran.

Ia juga menekankan, cuitan sejumlah tokoh seperti Rizal Ramli dan Prabowo Subianto, serta aksi unjuk rasa tidak termasuk dalam kategori keonaran.

Warga Soraki Tersangka Pembunuhan Pria dalam Karung di Bekasi saat Proses Rekonstruksi

Maling Motor di Masjid Al-Abror Bekasi Beraksi Pura-pura Salat Pakai Sarung dan Baju Koko

Di sisi lain, JPU menilai pernyataan penasihat hukum terdakwa terlalu prematur.

"Terlalu dini atau prematur untuk menyimpulkan keonaran dapat terjadi," ujar Daru.

"Dalam surat dakwaan kami sudah jelas bentuk keonaran yang sudah terjadi. Masalah benar atau tidak, itulah yang akan diuji di persidangan ini dengan memeriksa saksi-saksi dan alat bukti lainnya," tuturnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved