Kemenkes Jelaskan Resiko yang Menghantui Wanita yang Menikah di Bawah Usia 20 Tahun

Perempuan di bawah usia 20 tahun belum siap untuk berhubungan atau mengandung. Jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi.

Kemenkes Jelaskan Resiko yang Menghantui Wanita yang Menikah di Bawah Usia 20 Tahun
TRIBUNJAKARTA.COM/LITA FEBRIANI
Eni Gustina, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Lita Febriani

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kementerian Kesehatan melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat mengungkap usia yang pas untuk melakukan pernikahan.

Usia yang pas untuk perempuan menikah ialah ketika berumur 20 tahun.

Jika menikah dan mempunyai anak di bawah umur 20 tahun akan sangat beresiko.

"Sebetulnya 20 tahun ya, tapi kalau pun tadi kita diskusi di depan 18 tahun. 18 tahun dia menikah, kalau dia hamil umur 19 berarti dia melahirkan umur 20. Karena kelahiran di bawah umur 20 tahun itu yang beresiko," kata Eni Gustina, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan kepada TribunJakarta.com, Selasa (12/3/2019).

Secara organ reproduksi, perempuan di bawah usia 20 tahun belum siap untuk berhubungan atau mengandung. Jika hamil berisiko mengalami tekanan darah tinggi.

3 Kali Menikah & Dapat Mahar Miliaran Rupiah, Bella Luna Disebut Wirang Birawa Miliki Aura Pancasona

Darah tinggi biasanya tak terdeteksi pada awalnya, namun jika terjadi terus menerus bisa menyebabkan kejang-kejang, perdarahan bahkan kematian pada ibu atau bayi.

Kemudian sel telur yang dimiliki oleh perempuan di bawah 20 tahun belum siap.

Selain itu juga berisiko mengalami kanker serviks atau kanker leher rahim.

"Amannya nikah di umur 20 tahun. Umur segitu organ reproduksi perempuan sudah matang," kata Eni.

Penulis: Lita Febriani
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved