Perlintasan Kereta Api di Tanah Kusir Tanpa Palang Pintu, Warga Sukarela Berjaga Gantian

Kondisi perlintasan tanpa palang pintu membuat warga sekitar melakukan tindakan sukarela untuk menjaga perlintasan kereta api ini.

Perlintasan Kereta Api di Tanah Kusir Tanpa Palang Pintu, Warga Sukarela Berjaga Gantian
TribunJakarta.com/Annas Furqon Hakim
Ocim (44) saat berjaga di perlintasan kereta api Tanah Kusir, atau di belakang makam Moh Hatta, Selasa (12/3/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN LAMA - Perlintasan kereta api Tanah Kusir, tepatnya di belakang makam proklamator Mohammad Hatta, Jakarta Selatan, berdiri tanpa palang pintu.

Kondisi itulah yang melatarbelakangi warga sekitar melakukan tindakan sukarela untuk menjaga perlintasan kereta api ini.

Setidaknya terdapat delapan orang yang bergantian berjaga. Satu di antaranya adalah Ocim (44).

Ocim menjelaskan, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak lama.

"Ini sudah lama (tidak dijaga), ya sebelum dibangun jalan. Dulunya cuma jalan setapak, karena ada perluasan makam, baru ada jalan buat kendaraan lewat," jelasnya kepada TribunJakarta.com, Selasa (12/3/2019).

Menurut Ocim, ketiadaan palang pintu kereta api membuat perlintasan ini menjadi sangat berbahaya.

Polisi Bakar Benda Mirip Jenglot yang Gegerkan Warga Pantai Gilimanuk, Begini Penampakannya

Pantang Menyerah Permohonan Ditolak, Fahri Hamzah Ikut Jamin Ratna Sarumpaet Jadi Tahanan Kota

"Waduh bukan bahaya lagi. Kereta kadang tidak klakson, tau-tau di depan. Makanya kita di sini jaga. Kita sih biar tidak ada kecelakaan saja," kata Ocim.

Selama ia dan tujuh rekannya mengawal perlintasan kereta api ini, tidak pernah ada kecelakaan.

Delapan orang yang sukarelawan itu berjaga setiap dua jam sekali.

"Kalo tiga, empat jam sekali kaki saya yang bengkak," ujarnya.

"Pokoknya kita jaga minimal sampe jam 10 malam. Kan portal depan sudah ditutup. Kalau masih ada yang masuk berarti mau macam-macam," tandasnya.

Penulis: Annas Furqon Hakim
Editor: Erlina Fury Santika
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved